Rabu, 10 Januari 2018

Hari 7 : Meronce sedotan

Hari ini nduk Ayu tidur cukup pagi. Setelah selesai sarapan dan mandi jam 8 pagi dia pun tertidur kembali hingga bangun jam 11 siang. Jika mengajaknya bermain keluar sudah mepet waktu makan siang, akhirnya saya mengajaknya bermain "meronce sedotan". Saya memotong sedotan warna-warni menjadi pendek, kemudian mengajak nduk Ayu memasukkan potongan sedotan ke dalam tusuk sate yg saya letakkan berdiri pada lilin mainan. Awalnya nduk Ayu terlihat bingung ketika saya memberinya contoh, kemudian saya mengajarinya dengan menuntun tangannya memasukkan sedotan ke dalam tusuk sate. Sepertinya cukup sulit baginya, tapi Alhamdulillah dia tetap mau berusaha dan tidak menyerah. Pelan-pelan dia pun mulai bisa memasukkan sedotan ke dalam tusuk sate. Tidak berapa lama datanglah Dela dan Sakha ke rumah dan ikut bermain. Dela pun mendominasi permainan karena secara usia dia yg paling tua sehingga dia sudah pandai menyusun sedotan bahkan sesuai warnanya. Dela pun ikut membetulkan jika Sakha atau nduk Ayu menyusun sedotan tidak sesuai warnanya.

Dalam buku Rumah Main Anak, permainan ini menstimulasi koordinasi mata dan tangan, pengenalan berbagai macam warna, mensortir warna yg sama, kefokusan, daya ingat dan konsentrasi, ketelitian dan kesabaran serta konsep masuk dan keluar. Alhamdulillah dengan permainan ini nduk Ayu benar-benar belajar fokus, konsentrasi dan kesabaran. Dengan tambahan yaitu belajar berbagi dan menerima masukan dari teman yg lain. Ya, nduk Ayu tidak marah ketika Dela dan Sakha ikut bermain, tidak kesal juga ketika Dela membetulkan susunannya yg salah.

#tantangan_hari_ke7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa



Selasa, 09 Januari 2018

Hari 6 : Sate pelangi

Hari ini nduk Ayu terlihat cukup betah bermain di dalam rumah. Tapi ketika melihat teman-temannya berlarian lewat depan rumah dia pun seperti ingin ikut bermain keluar. Baiklah akhirnya saya pun mengajaknya keluar karena teman-temannya memang sedang berkumpul, ada Dela, Shaka dan Hanan. Mereka pun asyik bermain pasir di lahan kosong dekat rumah yg sering disebut "jamuran" karena di sebelahnya adalah tempat budidaya jamur. Sampai siang hari akhirnya saya mengajaknya pulang karena belum tidur. Tapi ternyata sesampainya di rumah dia belum juga mau tidur. Baiklah akhirnya saya mengajak nduk Ayu membuat permainan. Kali ini kami bermain "sate pelangi". Saya mengambil lilin mainan warna-warni dan tusuk sate, membagi beberapa bagian, membentuk menjadi bulat-bulat dan memberinya contoh untuk menusukkan ke tusuk sate. Nduk Ayu asyik bermain, tetapi saya melihatnya sedikit kesulitan menusuk lilin mainan. Dia masih berusaha walaupun tusukannya meleset ke samping yg akhirnya bulatan lilin pun rusak. Saya membantunya karena sedikit khawatir tangannya terkena tusuk sate yg tajam. Akhirnya selesailah kami menyusun satu tusuk sate pelangi, dia terlihat senang kemudian membongkarnya lagi dan ingin menyusunnya lagi. Walaupun akhirnya saat dia sudah bosan semua warna lilin dicampur menjadi satu.

Dalam buku Rumah Main Anak, permainan ini menstimulasi koordinasi mata dan tangan, pengenalan warna, pengenalan bentuk, ketelitian dan kesabaran saat menusukkan lilin, memahami konsep tusuk dan tajam serta kemampuan menyelesaikan masalah. Alhamdulillah permainan kali ini cukup menantang dan menyenangkan untuk nduk Ayu. Walaupun masih dengan bantuan tetapi setidaknya dia bisa belajar mengerti arti tajam dan berhati-hati agar tidak tertusuk.

#tantangan_hari_ke6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Senin, 08 Januari 2018

Hari 5 : Bola dalam gelas

Bermain bola dalam gelas. Hari ini saya mengajak nduk Ayu bermain memasukkan bola ke dalam gelas plastik. Pagi menjelang siang ketika saya sedang di dapur untuk mengambil gelas-gelas untuk bermain, nduk Ayu menyusul dan saya pun meminta tolong padanya untuk membawakan gelas plastik dari dapur menuju ruang depan. Ya, ini adalah project kami dan kami semua harus terlibat mulai dari persiapan, saat permainan dan membereskan, kecuali mas Jo karena memang mas Jo harus bekerja. Dalam buku Rumah Main Anak, permainan ini menstimulasi koordinasi mata dan tangan, pengenalan warna, konsentrasi dan kefokusan, ketelitian saat memasukkan bola, keseimbangan saat memasukkan bola dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Tibalah saatnya bermain. Saya menata beberapa gelas tidak begitu jauh satu sama lain kemudian saya memberinya contoh untuk memasukkan bola ke dalam masing-masing gelas, "nduk, ini bolanya dimasukkan ke gelas begini ya, nduk Ayu bisa kan?". Dia pun mecobanya. Sebenarnya permainan ini terlihat mudah, tapi ternyata tidak jika dilakukan oleh anak berusia 20 bulan. Beberapa kali saya mendapatinya mengambil gelas di tangan kiri baru mengisinya dengan tangan kanannya dan ketika diletakkan kembali ke lantai yg terjadi adalah dia menyenggol gelas yg lain hingga berjatuhan dan bola-bola pun terlepas dari gelasnya. Sepertinya itu membuatnya marah dan kesal, saya melihatnya langsung mengobrak-abrik bola dan gelas yg ada di depannya hingga semuanya berantakan. Dengan berkomunikasi produktif saya pun menjelaskan padanya, "nggak apa-apa kalau nduk Ayu belum bisa, kita coba lagi ya. Barengan sama ibuk, tapi jangan marah-marah ya, nduk Ayu pasti bisa kok". Kami pun mencobanya lagi, saya ikut membantunya. Ketika berhasil dia bertepuk tangan dan tersenyum. Ketika gagal dan semua gelas berjatuhan dia pun marah dan kesal sambil berteriak-teriak. Ya, saat ini dia sedang belajar tentang keberhasilan dan kegagalan. Pelajaran yg bagus untuk nduk Ayu mengenali perasaannya dan mengekspresikan emosinya.

#tantangan_hari_ke5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Minggu, 07 Januari 2018

Hari 4 : Quality time bersama Uti

Seperti biasa hari Minggu agenda kami ke rumah Uti. Kami berangkat ke rumah Uti agak siang karena pagi hari tanpa rencana kami pergi ke SunMor UGM. Sampai di rumah Uti saya sedikit bingung akan bermain apa bersama nduk Ayu, karena biasanya saat di rumah Uti adalah "quality time"nya bersama Uti. Karena Uti masih senang bekerja dan hanya libur di hari Minggu maka Uti pun tidak menyia-nyiakan waktu bersama nduk Ayu, biasanya Uti yg mengajak keluar nduk Ayu dan menyuapi makan siangnya.

Dari rumah saya berbekal seikat stik es krim, berharap bisa saya mainkan sejenak bersama nduk Ayu. Sesampainya di sana, saya mengajak nduk Ayu menyusun stik es krim berbentuk kotak, segitiga, bintang dan berbagai bentuk lainnya. Saya berharap permainan ini bisa mengenalkannya berbagai bentuk, melatih konsentrasi dan kesabarannya. Tetapi tenyata dia hanya bertahan duduk sebentar, pada akhirnya stik es krim yg saya susun pun diambil olehnya dan dimasukkan ke dalam lemari. Baiklah, berarti dia sedang belajar membereskan sesuatu. Dan ketika stik es krim sudah masuk semua ke dalam lemari dia pun bertepuk tangan sambil bersorak. Saya ikut memberinya semangat. Tapi ternyata tidak berlangsung lama, dia pun bosan dan kembali bermain sandal di teras rumah Uti. Seperti itulah kegiatan hari ini di rumah Uti.

#tantangan_hari_ke4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Jumat, 05 Januari 2018

Hari 3 : Feeding Rabbit

Pagi ini cuaca cukup mendung, seperti kemarin setelah saya selesai memasak dan beberes rumah, saya pun mengajak nduk Ayu membuat mainan sendiri. Hari ini saya membuat permainan "feeding animal". Saya akan membuat tokoh kelinci dari box nasi kotak bekas kenduri yg sengaja memang saya simpan dan bersihkan yg nantinya akan diberi makan wortel dari kertas oleh nduk Ayu. Ketika saya sedang membuat kelinci nduk Ayu pun ikut heboh meminta spidol dan kertas seakan ingin meniru apa yg saya lakukan. Tidak berapa lama saya selesai membuat kelinci dan wortel dari kertas, dan permainan pun siap dimulai.

Saya memberikan wortel pada nduk Ayu dan mengatakan, "nduk, kelincinya kasian lapar, dikasih makan wortel yuk". Dia pun dengan semangat memasukkan wortel ke dalam mulut kelinci yg sudah saya beri lubang. Setelah selesai, saya mengajaknya memberi minum, karena kebetulan ada botol kosong di samping kami, dia pun berpura-pura memberi minum si kelinci. Kemudian saya mengajaknya menidurkan dan mengelus kelinci yg sudah kenyang. Tidak berapa lama nduk Ayu mengeluarkan wortel dan memberi makan kelinci semua wortel sekaligus, saya pun mengajaknya untuk memberi satu per satu, "nduk, kasih makan kelincinya satu-satu ya, kasian nanti tersedak" dia pun menurut. Permainan semakin seru ketika Dela dan Nuha (teman-teman nduk Ayu) datang ke rumah dan ikut bermain. Mereka pun bergantian memberi makan kelinci, belajar berbagi dan tidak berebut. Permainan ini mengajak nduk Ayu untuk merawat dan menyayangi binatang, selain itu juga mengajarkannya tentang adab makan yg baik yaitu makan satu per satu dan minum setelah makan. Dalam buku Rumah Main Anak, permainan ini dapat mestimulasi koordinasi mata dan tangan anak, pengenalan angka, menumbuhkan rasa sayang dan empati kepada binatang, kemampuan menyelesaikan masalah, mengetahui konsep "masuk" dan mengembangkan ketelitian dan kefokusan. Alhamdulillah, permainan yg menyenangkan, nduk Ayu pun terlihat senang.

#tantangan_hari_ke3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa



Hari 2 : Bermain Memetik Bola

Seperti rencana kemarin, hari ini saya mulai membuat permainan sendiri untuk nduk Ayu. Kali ini saya membuat permainan "memetik bola". Permainan ini cukup sederhana, dengan mengikatkan tali plastik satu sisi di tembok dan satu sisi di kursi kemudian saya melekatkan beberapa bola warna-warni pada tali tersebut menggunakan selotip. Bola-bola tersebut sengaja saya susun semakin tinggi menuju ujung sisi tali yg diikatkan di tembok agar nduk Ayu tertantang untuk berusaha mengambil bola yg sulit dijangkau. Dalam buku "Rumah Main Anak" disebutkan beberapa manfaat permainan ini yaitu menstimulasi anak berlari, berjinjit serta melompat, pengenalan berbagai warna, menstimulasi kognitif anak, menstimulasi konsentrasi anak dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Permainan ini saya mulai setelah saya menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga, saat nduk Ayu sudah selesai makan dan mandi yg kemudian muncul tanda-tanda dia mengajak bermain keluar. Saya pun mengajaknya masuk ke dalam rumah sambil saya soundingkan bahwa saya akan mengajaknya bermain permainan seru. Sembari saya mempersiapkan perlengkapan, nduk Ayu terlihat antusias memperhatikan setiap yg saya lakukan, sampai akhirnya selesai dan permainan siap dimainkan. "Nduk, itu bolanya diambil terus dimasukin ke baskom ya", cukup sekali saya menjelaskan nduk Ayu pun sudah paham dan terlihat menyukainya, saya melihat dia bertepuk tangan ketika berhasil mengambil bola dan memasukkannya ke baskom, saya pun ikut bertepuk tangan untuk memberinya semangat. Saat dia berusaha mengambil bola yg cukup tinggi dia pun berjinjit, menjulurkan tangannya ke atas sambil sedikit kesal berteriak-teriak, saya terus memberinya semangat dan mengatakan bahwa dia bisa. Akhirnya dia pun memakai kecerdasannya dengan menarik talinya ke bawah agar bola juga sedikit turun dan akhirnya berhasil diambil. Tidak berapa lama, Dela temannya yg berusia 3 tahun pun datang dan ikut bermain, permainan semakin seru karena Dela yg lebih tinggi daripada nduk Ayu bisa meraih bola yg tinggi, kemudian memberikannya pada nduk Ayu dan nduk Ayu pun memasukkan ke dalam baskom, saya memintanya untuk mengucapkan terimakasih pada Dela, "nduk Ayu, bilang sama mbak Dela terima ka..." dan dia pun menjawab "...sih". Ya, permainan yg menyenangkan dan kerjasama yg bagus. Alhamdulillah hari ini nduk Ayu belajar menghadapi tantangan, mengerti ekspresi kesal, belajar bekerja sama dan mengucapkan terima kasih.

#tantangan_hari_ke2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa



Kamis, 04 Januari 2018

Hari 1 : Family Project

Tantangan level 3 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional kali ini semakin seru. Tema kali ini saya tentang melatih kecerdasan emosi dan spiritual anak. Obyek di tantangan ini adalah anak saya, nduk Ayu berusia 20 bulan yg beberapa kali sudah menunjukkan tantrumnya. Ya, dia sudah mulai mengekspresikan keinginannya dan akan menangis jika keinginannya tidak terpenuhi. Rencananya saya akan membuat sebuah family project, yaitu membuat berbagai macam mainan sendiri di rumah untuk menstimulasi perkembangan emosi dan motoriknya untuk mengisi waktu bermain siang hari di rumah. Karena biasanya nduk Ayu tantrum, menangis hingga menjerit-jerit ketika siang hari yg sedang panas-panasnya mengajak bermain keluar. Bukannya saya tidak memperbolehkan, tetapi saya sudah mengatur jadwal nduk Ayu bermain keluar yaitu di pagi hari bersama ayahnya saat saya sedang memasak dan beberes rumah. Dan juga sore hari bersama saya setelah mandi sore saat semua teman-teman sebayanya juga keluar rumah untuk bermain, biasanya nduk Ayu dan teman-temannya bermain pasir atau berlarian bersama dan yg pasti saya melihat ekspresi kebahagiaanya ketika bermain di luar bersama teman-temannya. Jadi yg terjadi saat ini nduk Ayu selalu ingin bermain keluar tidak mengenal waktu walaupun siang hari yg sedang panas-panasnya ataupun sedang hujan deras dia pun merengek meminta keluar dengan memakai payung.

Sebagai referensi saya memakai buku yg berjudul "Rumah Main Anak" karya Julia Sarah Rangkuti yg sebenarnya sudah saya beli setahun yg lalu tapi belum pernah saya praktekkan. Saya melihat sekilas isi buku ini sangat bagus. Di setiap permainannya selalu ada manfaat yg tertulis untuk melatih kemampuan menyelesaikan masalah, banyak juga untuk menstimulasi kognitif, motorik dan konsentrasi. Dan akhirnya momentum tantangan level 3 ini pas sekali menjadi waktunya saya untuk mempraktekkan permainan seru di dalam rumah untuk nduk Ayu. Hari ini saya mengawalinya dengan membuka-buka kembali bukunya, melipat beberapa halaman yg akan saya praktekkan untuk nduk Ayu. InsyaAllah, Bismillahirrahmanirrahim besok kami akan memulai tantangan level 3 untuk melatih kecerdasan emosi nduk Ayu dengan membuat permainan sendiri di dalam rumah.

#tantangan_hari_ke1
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa


Wallpaper Unicorn Galaxy

  Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...