Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunda Sayang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Hari 12 : Evaluasi

Pot gantung literasi kami mulai rimbun. Ya walaupun baru berdaun 10 buah tapi saya cukup bahagia dan semangat ingin terus memupuk hingga membuatnya semakin rimbun. Saya pun meletakkannya di pintu kamar, tempat yg cukup mudah dilihat dan diingat. Setiap bangun tidur dan akan tidur, pot gantung itu selalu terlihat dan mengingatkan saya untuk terus berusaha membuatnya tumbuh subur.

Di tantangan kali ini saya berhasil membaca buku setiap hari bersama nduk Ayu, walaupun dalam penulisan laporan hanya 11 hari yg saya setorkan. Karena saya harus LDM selama hampir 2 minggu, saya hanya berdua bersama nduk Ayu dan qodarullah nduk Ayu sempat diare dan demam. Sungguh luar biasa perjuangan para ibu pejuang LDM, karena sejujurnya saya belum sanggup, lebih tepatnya belum terbiasa. Tapi ahamdulillah terobati dengan tercapainya target saya membiasakan nduk Ayu dengan buku, perbandingan fekuensinya bermain dan membaca saat ini 50:50. Padahal sebelum melakukan tantangan ini nduk Ayu tidak begitu tertarik pada buku, ketika saya sodorkan buku padanya, dia hanya melihat sekilas dan kembali bermain. Tapi sekarang, dia sangat tertarik jika saya mengajaknya membaca buku. Kosakatanya meningkat drastis. Bahkan dia sudah bisa membedakan gambar kapal selam dan kapal layar pada buku ensiklopedianya. Dan dia pun mulai hafal isi buku yg setiap hari kami baca, tanpa berpikir lama dia berhasil menyebutkan masing-masing gambar di tiap halaman buku. Dia pun tahu gambar kuda berada di buku yg mana. Sungguh saya pun takjub dan kagum pada makhluk ciptaan Allah bernama balita ini. Tinggal tugas saya untuk mengoptimalkannya. Bismillah.. Semangat..

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Minggu, 11 Maret 2018

Hari 11 : Menularkan hal positif

Ternyata lumayan juga menjaga nduk Ayu sendirian. Ditambah lagi ternyata nduk Ayu diare, sehari sampai 15 kali. Tapi saya harus stay cool. Sejauh ini nafsu makannya normal, tidak demam dan tidak lemas, semua seperti biasanya jadi oke lah, saya masih santai hanya saya berikan L-Bio saja. Saya rasa sementara ini saya hanya harus membuatnya selalu happy sepanjang hari, siang hari dia full bermain bersama Dela dan sore harinya juga bersama Nuha. Semoga nduk Ayu besok mulai membaik.

Sepanjang hari saya mengejarnya berlari kesana kemari, dia pun terlihat seperti tidak punya rasa lelah. Hingga sore hari setelah mandi dia bermain di luar bersama Dela dan Nuha tapi tiba-tiba hujan turun. Saya pun mengajak mereka masuk rumah. Mereka pun senang karena selama ini memang rumah kontrakan kami yg paling sering menjadi pos bermain mereka bertiga. Sesampainya di dalam rumah mereka langsung mengambil buku yg memang sudah berserakan di lantai dan langsung membacanya. Para ibu pun juga sering terlihat asyik membaca buku parenting yg saya punya sambil mengawasi anak-anak agar tidak berebut. Sedangkan nduk Ayu memilih membaca di dekat saya. Pemandangan yg menyenangkan, ketika anak-anak di sekitar kami terlihat senang membaca buku bersama. Dela dan Nuha, dua teman dekat nduk Ayu dengan latar belakang keluarga yg berbeda, salah satu semangat saya untuk mengajak mereka berkegiatan positif bersama nduk Ayu. Sedangkan saya dan para ibu sering berdiskusi tentang cara mendidik anak dan saling curhat tentang kondisi anak kami masing-masing. Mulai dari lingkungan terdekat, semoga saya dan nduk Ayu bisa menularkan hal positif untuk mereka.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Sabtu, 10 Maret 2018

Hari 10 : Mengalihkan perhatian dengan buku

Mas Jo akan berangkat ke Lampung untuk urusan pekerjaan, kami pun sibuk dari pagi. Mulai dari quality time bersama hanya sekedar makan es krim, membeli beberapa keperluan dan membeli oleh-oleh. Tidak banyak waktu kami di rumah hingga sore hari mas Jo akan berangkat saya dan nduk Ayu mengantarnya sampai mobil jemputan yg akan menuju bandara. Tidak disangka ternyata nduk Ayu menangis tersedu-sedu sambil memanggil ayah ketika mas Jo sudah pergi. Baiklah saatnya mengalihkan perhatiannya. Saya mengajaknya melihat kecoa di dalam buku karena itulah gambar yg sedang sering diingatnya ketika melihat buku, "Nggak papa nduk, ayah kerja. Sekarang kita liat kecoa yuk, cari bukunya dulu yuk". Dia pun berseru sambil masih menangis, "oak oak oak". Kemudian saya membukakan buku bergambar kecoa dan memberinya cakwe. Alhamdulillah tangisnya reda. Cakwe pun habis dilahapnya sambil membolak-balik buku. Ya, cukup mudah mengalihkan perhatiannya dengan buku dan makanan kesukaannya. Sepuluh hari ke depan saya hanya berdua dengan nduk Ayu, semoga kami bisa bekerjasama dengan baik.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst


Jumat, 09 Maret 2018

Hari 9 : Membangkitkan memori dengan membaca

Hari ini kami pergi untuk membeli poster abjad, tapi saya tergoda untuk membeli majalah bobo sebagai bahan bacaan nduk Ayu. Sesampainya di rumah, saat mas Jo sholat Jumat saya langsung mengajak nduk Ayu membacanya. Tapi sepertinya dia tidak tertarik. Mungkin terlalu banyak tulisan daripada gambar di dalamnya, bisa jadi dia sedang tidak mood membaca karena lelah, cuaca panas ditambah mengantuk pula. Akhirnya saya mengajaknya membaca lagi malam hari setelah maghrib. Sepertinya memang nduk Ayu belum terbiasa melihat banyak tulisan, dia pun cepat bosan. Akhirnya hanya beberapa kali membolak-balik halaman majalah dan berhenti ketika ada gambar iklan sikat gigi, dia pun berseru sambil menunjuk letak kamar mandi, "ocok didi, cana", maksudnya adalah seperti sikat giginya yg berada di kamar mandi. Dan berhenti lagi ketika melihat gambar dinosaurus sambil merengek, "uyus, piyem.. piyem.. piyem..". Ternyata dia teringat dan meminta menonton film dinosaurus lewat laptop. Ya, sebenarnya sebelum tantangan game ini nduk Ayu sudah cukup ketagihan menonton film lewat laptop, bahan bangun tidur, saat bermain sampai mau tidur pun yg dicari adalah film. Saya pikir ini kurang baik karena dia menjadi sangat fokus pada layar laptop pada waktu yg cukup lama padahal seharusnya untuk seusianya maksimal 60 menit dalam sehari. Tapi bukan berarti saya tidak akan mengijinkannya menonton film, saya tetap akan mengajaknya menonton film tapi nanti saat dia sudah paham dan kami bisa membuat kesepakatan tentang waktu. Akhirnya pelan-pelan saya mengalihkannya pada buku, dan ketika saya memberinya pengertian bahwa laptopnya sedang dipakai ayah untuk bekerja dia pun menurut dan melanjutkan membaca buku yg lain.

Dalam hal ini, membaca buku ternyata dapat membangkitkan memori pada anak, pada nduk Ayu contohnya adalah dia menjadi ingat saat menggosok gigi di kamar mandi, menjadi ingat menonton film dinosaurus. Saya rasa ingatannya tentang suatu kegiatan sangat detail hanya ketika melihat sepotong gambar. Ya, membuat saya lebih bersemangat lagi untuk terus mengajaknya membaca untuk menstimulasi memorinya dan lebih lanjut lagi untuk melatih kemampuannya untuk bercerita.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Kamis, 08 Maret 2018

Hari 8 : The best holiday

The best holiday. Salah satu buku dari rabbit hole yg kami baca hari ini. Ketika nduk Ayu meminta membaca buku lain, sengaja saya mengarahkan buku ini untuk dibaca. Karena saya rasa nduk Ayu sudah "fasih" membaca buku lain yg sebelumnya kami baca bersama setiap hari. Yg saya maksud dengan fasih di sini adalah nduk Ayu hanya mau membolak-balik buku sendiri tanpa bantuan saya dan menyebutkan gambar di setiap halamannya sendiri sesuai pemahamannya atas penjelasan dari saya sebelumnya sehingga saya pun tinggal memperhatikan dan mengiyakan. Nah, buku ini belum sampai dalam tahap itu pada nduk Ayu, sehingga saya memulainya dari awal. Saya membukakan halaman demi halaman, saya menjelaskan gambar-gambarnya dan nduk Ayu memperhatikan sambil sesekali menirukan apa yg saya ucapkan. Dan begitulah akan kami berlakukan juga untuk buku-buku yg lainnya.

Dia terlihat cukup antusias, karena selain buku ini lebih banyak gambarnya daripada tulisannya, buku ini juga "berjendela" dan terdapat pop up nya. Yg menarik adalah, ketika kami membuka halaman dengan pop up pelangi, saya sengaja langsung menyanyi lagu pelangi. Seketika nduk Ayu langsung berdiri, menari sambil bertepuk tangan. Begitu lagu selesai, dia langsung duduk diam dan melanjutkan membaca buku bersama saya. Begitu buku selesai dibaca sampai halaman terakhir, dia  pun berseru "lagi-lagi". Dia pun terlihat senang sampai kami mengulanginya berkali-kali. Satu hal yg saya catat hari ini, penting membaca buku bersama anak dengan cara menarik salah satunya dengan menyisipi dengan nyanyian, tentu saja anak tidak mudah bosan.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst




Rabu, 07 Maret 2018

Hari 7 : Dunia sains

Kali ini saya menceritakan kejadian semalam. Kemarin nduk Ayu tidur terlalu cepat dalam kondisi belum makan. Sudah saya duga, tengah malam dia pasti terbangun. Dan benar saja saat saya dan mas Jo baru akan tidur terdengarlah tangisnya. Kebetulan ada penjual bakso lewat, tangisnya pun reda setelah saya memberinya bakso. Sambil makan bakso dia yg sudah melek-semelek-meleknya merengek meminta baca buku. Baiklah, saya memintanya memilih sendiri buku yg akan dia baca, dan ternyata dia memilih buku "dunia sains". Salah satu seri ensiklopedia anak. Bacaan yg cukup berat untuk dilahap malam hari. Saya pun menyebutkan setiap gambar di dalam nya, mulai dari air, pesawat, es. Dan yg saya belum bisa menjelaskan adalah ketika ada gambar bulatan atom dan molekul. Entah mengapa saya sendiri belum PD menjelaskannya. Nduk Ayu sendiri yg menunjuk dan menyebutnya bola, dengan terpaksa saya pun mengiyakan. Mungkin PR besar bagi saya agar nanti menjelaskan makna gambar sebenarnya sesulit apapun hal itu dijelaskan. Saya terus menemaninya membaca sedangkan mas Jo sudah tidur duluan, tak berapa lama saya mengantuk karena waktu sudah menunjukkan dini hari, sudah satu jam kami membaca. Saya pun mengajaknya tidur dan alhamdulillah dia langsung tidur.

Seharian ini mas Jo di rumah. Kami bertiga di rumah dan tidak pergi kemanapun. Nduk Ayu terlihat senang bermain ditemani ayahnya sampai tidak mau tidur siang. Dan yg membuat saya takjub, baru 6 hari saya membiasakannya membaca buku, ketertarikannya pada buku sudah sangat banyak kemajuan. Hari ini rumah sangat berantakan karena nduk Ayu rajin membaca. Setiap selesai membaca satu buku dia langsung menghampiri keranjang sambil merengek mengatakan, "bupu ain", makaudnya dia meminta saya mengambilkan buku yg lain. Begitulah seterusnya sampai banyak buku yg berserakan. Rasa ingin tahunya pun meningkat, setiap melihat gambar baru dia menunjuknya sambil menatap saya dan berkata, "ini ini ini". Artinya dia sedang meminta saya menjelaskan gambar apa itu. Alhamdulillah senang rasanya melihat usaha saya membuahkan hasil. Walaupun mungkin baru seujung kuku, tapi saya akan terus membiasakan nduk Ayu membaca setiap hari.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Selasa, 06 Maret 2018

Hari 6 : Membaca bersama

"Ibuk mau baca buku ah", kalimat setengah ajakan ini tiba-tiba saya ucapkan sambil mengambil dan membaca buku "happy little soul" ketika nduk Ayu sedang asyik bermain. Tiba-tiba dia berhenti bermain, melihat apa yg saya lakukan dan langsung berdiri menghampiri keranjang buku sambil berkata, "bupu bupu bupu". Segera saya menghampirinya dan menanyakan buku yg mana yg akan dia baca. Dia pun menunjuk buku "the origin of my name". Buku dari rabbit hole yg cukup lama menarik perhatiannya, karena mungkin itulah buku yg "dia banget", bergambar dan "berjendela". Saya mengambilkan dan dia pun asyik membuka setiap halamannya sendiri sambil saya soundingkan, "kita baca buku sama-sama ya", dia pun mengangguk. Di tengah-tengah kami membaca, tiba-tiba dia berseru, "bapo bapo", sambil menunjuk gambar onde-onde. "O, itu bukan bakpao nduk, itu onde-onde", dan dia pun berusaha menirukan kata onde-onde. Kami lanjut membaca lagi, dia kembali berseru, "ade ais" sambil menunjuk gambar bayi yg menangis. Nduk Ayu membuka lembar demi lembar halaman buku dengan asyik hingga akhirnya perhatiannya teralihkan pada "jendela" buku dan berusaha membukanya, ketika kesulitan dia pun meminta bantuan saya. Fokus membaca pun buyar. Sampai akhirnya dia penasaran dengan apa yg saya baca dan mengambilnya.

Baiklah, hari ini cukup mengasyikkan. Trik saya lumayan berhasil dengan membuat nduk Ayu tertarik dengan aktivitas yg saya lakukan. Dan benar-benar terbukti bahwa anak adalah peng-copy ulung. Dan saya harus menjadi contoh yg baik untuknya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Senin, 05 Maret 2018

Hari 5 : Mengenal 25 nabi

Mengenal 25 nabi, buku yg kami baca hari ini. Buku yg berisi tentang kisah para nabi dan mukjizatnya. Secara fisik buku ini tidak terlalu besar dan tebal. Tapi yg jelas bergambar, walaupun masih lebih banyak tulisannya daripada gambarnya. Baiklah, aktivitas membaca dimulai pagi menjelang siang.

Seperti biasa saya mengajak nduk Ayu membaca buku, saya pun memperlihatkan buku baru itu. Dia terlihat bersemangat dan ingin memegangnya sendiri. Dia duduk sambil memangku buku, seperti orang dewasa sedang membaca buku. Lucu sekali melihat tingkahnya. Menurut tahapan membaca anak usia dini, terlihat nduk Ayu memasuki tahap 2 yaitu pembentukan konsep diri membaca (self concept stage). Seperti hari-hari sebelumnya pun dia menunjukkan kemampuan membacanya pada tahap ini. Tapi sayangnya buku ini belum selesai kami baca. Baru beberapa halaman sampai pada kisah nabi Ibrahim, nduk Ayu mulai bosan, ditinggalkanlah buku itu dan berganti bermain balon. Mungkin bukunya memang tidak sesuai dengan usianya, terlalu banyak tulisan dan membuatnya bosan. Catatan penting untuk saya lebih peka pada responnya ketika dihadapkan pada buku baru, agar saya tau buku yg tepat untuknya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Minggu, 04 Maret 2018

Hari 4 : Mengenal benda sekitar pertamaku

Dari kemarin kami berencana pergi ke toko buku. Dan akhirnya terlaksana juga pagi ini bersama tante Mindy. Dia adalah sahabat saya sejak kuliah semester 1, sampai kami lulus bersama, saya menikah dan dia melanjutkan s2 nya. Kami tinggal di kontrakan yg bersebelahan jadi kami sangat dekat, dia pun sangat menyayangi nduk Ayu. Ya, tante Mindy adalah orang baik, semoga tesisnya segera selesai dan jodohnya segera didekatkan. Aamiin. Ketika di toko buku, saya sibuk memilih buku sementara nduk Ayu bersama tante Mindy. Saat sudah bosan kesana kemari akhirnya mereka membeli donat sampai saya selesai dan kami pulang. Saya dan nduk Ayu pulang ke rumah Uti, tante Mindy pulang ke kontrakan karena akan ada tamu. Sesampainya di rumah Uti nduk Ayu tidur, bangun tidur setelah makan saya mengajaknya membaca buku baru. Buku yg kami baca kali ini berjudul "Mengenal benda sekitar pertamaku". Buku yg berisi gambar beserta tulisan benda-benda di sekitar. Sebenarnya saya cukup kebingungan memilih buku untuk nduk Ayu. Saya belum begitu paham kriteria buku sesuai usianya dan kemampuannya seperti apa. Akhirnya saya memilih buku tersebut. Bukan buku cerita, tapi saya pikir cukup baik untuk menambah kosakatanya. Sebenarnya nduk Ayu pun sudah beberapa bulan yg lalu saya perkenalkan dengan "flash card", tapi sepertinya dia sudah bosan dan sudah hafal, jadi saya belikan buku baru yg menyerupai "flash card" ini. Ya, setidaknya agar dia lebih familiar dengan bentuk fisik buku.

Dia cukup antusias melihat-lihat isi buku sambil menaiki keranjang setrika Uti. Cukup mengasyikkan. Pertama-tama dia cukup banyak menyebutkan gambar dengan kurang tepat, tapi lama-kelamaan setelah saya betulkan dia pun berhasil menyebutkannya. Saya berusaha membuat nduk Ayu tidak bosan hanya dengan menyebutkan gambar-gambar dengan cara memperpanjang obrolan. Misalnya sambil memberinya pertanyaan, "pintunya ada dimana", "embernya warna apa", "tasnya kayak punya siapa". Nduk Ayu pun terlihat senang, ketika sudah selesai dia pun meminta lagi. Sampai kami pulang ke kontrakan pun nduk Ayu meminta membacanya lagi.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst




Sabtu, 03 Maret 2018

Hari 3 : What sound is that?

Hari ini akhirnya nduk Ayu bermain bersama Dela setelah beberapa hari tidak bertemu, ternyata karena simbahnya sedang berkunjung ke rumahnya. Cukup melelahkan hari ini nduk Ayu bermain bersama Dela, sampai akhirnya nduk Ayu meminta pulang dan tidur. Setelah bangun tidur baru saya mengajaknya membaca buku. Buku yg kami baca kali ini adalah "What sound is that" dari rabbit hole, buku tentang berbagai macam alat transportasi. Saya membelinya satu paket versi bahasa inggris, sebenarnya saya ingin membeli yg berbahasa indonesia, tapi apalah daya yg sesuai budget adalah yg berbahasa inggris karena waktu itu diskon 50%.

Proses membaca cukup lancar, saya membacakan, nduk Ayu menanggapi. Ketika membuka halaman yg bergambar pesawat diapun mengangkat tangannya sambil berkata, " wuuusss, ubang", maksudnya adalah terbang. Ketika melihat gambar sepeda, dia langsung berdiri, menunjukkan dimana letak sepedanya sambil berkata, "peda, ama", maksudnya sepedanya sama. Ketika melihat gambar sepeda motor, saya pun menjelaskan, "ini motor, kalau naik motor harus pake helm kayak gini". Dia pun langsung menunjuk helm saya yg berada di sudut ruangan sambil berkata, "heyem, ibuk". Sangat mengasyikkan, nduk Ayu sangat antusias. Sampai pada halaman terakhir terdapat gambar-gambar kecil berbagai alat transportasi, saya pun mengajaknya bermain tebak-tebakan. Dia sudah paham, kadang menjawab dengan benar, kadang belum tepat. Ketika saya menunjukkan gambar kepala lokomotif kereta sambil bertanya apakah itu, nduk Ayu menjawab, "tita api", sambil berjalan menuju keranjang mainannya untuk mencari mainan kereta apinya dan kemudian menjejerkannya dengan gambar kereta api. Alhamdulillah, saya semakin bersemangat melihat respon nduk Ayu.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Jumat, 02 Maret 2018

Hari 2 : Teknologi populer

Teknologi populer. Buku yg nduk Ayu baca hari ini. Buku ini adalah jenis buku ensiklopedia anak berisi asal mula benda-benda di sekitar kita, yg saya rasa mungkin kurang sesuai dengan usia nduk Ayu, tapi dia sangat suka, cukup sering dia meminta dibacakan, terbukti jilid buku di bagian dalam sudah ada yg rusak. Mungkin karena ada banyak gambar-gambar umum sehari-hari yg sering dia lihat dan mudah juga bagi saya untuk menjelaskannya. Sebenarnya tidak sengaja juga saya membelinya. Waktu itu kakak saya sedang mudik ke jogja dan pergi ke toko buku, karena di kotanya tidak ada toko buku. Karena dia berniat homeschooling untuk anaknya maka dia membeli dua paket buku ensiklopedia. Tapi ternyata ketika di rumah dan dibuka, ada 3 buku dengan judul dobel. Untuk mengurangi rasa kecewanya saya pun menggantinya, selain itu saya rasa juga buku ini cukup penting untuk nduk Ayu nanti.

Hari ini kegiatan membaca kami lakukan siang hari menjelang ashar. Karena nduk Ayu hari ini tidur siang cukup lama, dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang dan saya pun ikut tertidur. Setelah bangun kami pun makan, setelah makan ketika nduk Ayu sedang bermain saya berinisiatif mengajaknya membaca buku, "nduk Ayu, sekarang baca buku yuk sama ibuk". Dia pun langsung paham, segera menghampiri keranjang buku, tapi dia bingung mau mengambil yg mana. Saya mencoba mengarahkan buku kesukaannya, "nduk Ayu mau baca buku kuda? Itu lho yg warna biru, sini tolong diambilin biar ibuk bacain". Karena gambar yg paling dia ingat dalam buku itu adalah kuda, dia langsung paham, mengambilnya dan membawakan pada saya. Kegiatan membaca dimulai. Pada sampul buku terdapat gambar kereta, nduk Ayu langsung menunjuknya sambil berkata, "tita api". Begitulah selalu ketika kami membuka lembar demi lembar buku. Lebih banyak nduk Ayu yg asyik menyebutkan gambarnya, saya tinggal mengiyakan dan memperpanjang obrolan tentang objek tersebut. Begitu pun ketika melihat gambar tangan, dia langsung menunjukkan tangannya dan tangan saya, begitu melihat gambar laptop langsung menunjuk dimana letak laptop biasanya sambil berkata "ayah", saya pun paham dan menjawabnya, "o iya, laptopnya ayah biasanya disana ya, sekarang lagi dibawa ayah buat kerja". Begitulah kegiatan membaca kami hari ini, jujur saja buku ini menjadi buku favorit saya saat menemani nduk Ayu, karena dia terlihat tidak cepat bosan dan bisa fokus menyelesaikan sampai halaman terakhir.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst






Kamis, 01 Maret 2018

Hari 1 : "Pot gantung" literasi

Hari pertama game level 5, tentang menstimulus anak suka membaca. Jujur saja saya sedikit pesimis. Karena saya sendiri kurang suka membaca, tapi saya harus mau membaca karena saya adalah contoh untuk nduk Ayu. Langkah pertama saya adalah saya harus mencari tahu mengapa saya kurang suka membaca, padahal membaca adalah skill yg bisa diasah. Bisa jadi dari kecil memang orangtua saya kurang menyadari arti penting nya membaca, jadi saya memang hampir tidak pernah dibelikan buku bacaan. Hanya buku LKS dan buku paket yg sifatnya wajib dari sekolah saja yg dibelikan oleh orangtua saya. PR besar bagi saya yg saat ini menyadari pentingnya membaca, saya harus mulai mengasah skill membaca saya mulai dari sekarang. Tapi kakak saya adalah seorang kutu buku, walaupun tidak pernah dibelikan buku juga seperti saya, tapi dia rajin meminjam buku ke perpustakaan, padahal waktu itu SD tempat saya sekolah masih berstatus SD inpres dengan fasilitas minim, dengan perpustakaan yg cukup membuat saya tidak tertarik. Ya, ruangan perpustakaan berada di ujung lorong, cukup sempit, tanpa ventilasi udara dan dengan penerangan seadanya. Mungkin waktu itu saya sudah ilfil dengan keberadaan perpustakaan di SD saya, tapi herannya tidak dengan kakak saya. Ketika jam istirahat saat saya dan anak-anak yg lain berlarian menuju kantin untuk jajan, kakak saya memilih langsung menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yg telah selesai dia baca dan langsung meminjam buku yg sudah dia "cim" sebelumnya. Luar biasa kakak saya ini, saya benar-benar harus banyak mencontohnya. Tibalah saatnya saya menikah, alhamdulillah mas Jo suami saya adalah orang yg sangat menggilai buku. Ketika setelah menikah dan kami pindah di kontrakan, saya terheran-heran melihat koleksi bukunya melebihi jumlah bajunyg dia punya. Saya sangat bersyukur, orang-orang terdekat saya adalah orang-orang yg sadar baca, lagi-lagi saya merasa seperti dicambuk agar segera mencontoh mereka. Paling tidak, saat ini alasan terbesar saya adalah demi nduk Ayu. Saya sangat berharap kemampuan membaca nduk Ayu bisa terasah sejak sekarang.

Langkah kedua saya adalah mengidentifikasi tahapan membaca  nduk Ayu saat ini. Sudah sampai manakah ketertarikannya terhadap buku. Saya sudah membelikannya buku sejak setahun yg lalu. Ketika masih baru dia cukup sering meminta dibacakan buku. Tapi sekarang mulai jarang saya melihatnya tertarik pada buku, padahal keranjang tempat buku dan tempat mainan saya letakkan berjejeran tapi dia lebih memilih bermain daripada membaca buku. Tapi menjadi lain ketika melihat temannya datang dan meminjam buku, nduk Ayu buru-buru mengambil buku dan meminta saya membacakan. Ya, bisa jadi nduk Ayu ingin membaca ketika ada orang lain yg juga membaca. Baiklah, satu poin yg saya catat, penting memperlihatkan padanya aktifitas membaca. Saya juga mengamati responnya ketika sedang saya bacakan buku. Nduk Ayu yg kosakatanya mulai banyak ini, ikut menunjuk dan menyebutkan ketika ada hal yg dia tahu, misalnya dia akan heboh ketika ada gambar kuda di dalam buku, saya pun mengiyakan sambil mengajukan pertanyaan lanjutan, misalnya kudanya ada berapa, kudanya warna apa, kemarin lihat kuda dimana sehingga terjadilah komunikasi dua arah pada kami. Cukup mengasyikkan dan akan saya stimulasi terus dengan cara ini. Langkah selanjutnya sesuai dengan game level ini, saya akan membuat pohon literasi. Mungkin lebih tepatnya adalah "pot gantung" literasi. Saya membuatnya dari stik es krim yg saya susun dan lem, kemudian saya berikan tali untuk menggantungnya dan juga tali-tali yg menjulur ke bawah untuk menempel daun-daunnya. Baiklah, hari ini saya cukupkan dengan membuat pohon literasinya terlebih dahulu, karena saya merasa kami cukup lelah setelah siang hari saya mengajaknya pergi kondangan. Kegiatan membaca akan dimulai besok. Bismillah semoga diberi kelancaran. Aamiin.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Jumat, 15 Desember 2017

Hari 16 : Konstan

Hari ini masih seperti biasanya. Tanpa diapers. Pagi setelah mandi dan sarapan kemudian bermain dan tidur. Sebelum tidur, setelah bangun tidur dan saat bermain saya mengajaknya ke kamar mandi tapi belum mau pipis juga. Akhirnya mengompol di lantai 3 kali dalam sehari. Dan setelah mengompol dia pun baru mengatakan "pipis". Tidak masalah, kami sedang berproses. Dan proses itu kadang naik, kadang turun, kadang konstan. InsyaAllah saya tetap konsisten saat siang hari di rumah tidak memakaikan nduk Ayu diapers. Tetap semangat untuk saya dan nduk Ayu.

#Hari16
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Kamis, 14 Desember 2017

Hari 15 : Mengerti rasanya dan mengatakan setelahnya

Agenda padat. Ya, hari ini kami berencana pergi bersama tante Mindy (sahabat saya) dengan rute yg cukup banyak. Kami pergi mengantar jilbab seragam pernikahan untuk salah seorang sahabat dan kemudian melanjutkan berbelanja beberapa keperluan. Cukup lama karena pada akhirnya kami mengunjungi 3 toko karena barang yg kami cari tidak hanya ada di satu toko saja dan memang tujuan kami juga untuk berjalan-jalan. Akhirnya kami pun pulang dengan puas karena mendapatkan barang kami masing-masing. Nduk Ayu pun akhirnya memakai diapers seharian. Ya memang akan repot sekali jika saya mengajaknya pergi cukup lama dan tidak hanya satu tempat saja tanpa diapers.

Saya pun mengamati, nduk Ayu ternyata beberapa kali mengatakan "pipis". Saya rasa dia sudah paham dengan bagaimana rasanya pipis. Walaupun saya yakin dia mengatakannya setelah pipis terlebih dahulu. Begitupun dengan pup. Ketika di rumah, masih dengan diapers tiba-tiba dia mengatakan "eek", setelah saya cek dia memang sudah pup. Artinya dia sudah paham dengan rasanya pipis dan pup. Alhamdulillah, saya mensyukuri setiap progressnya walaupun menurut saya masih terbilang sedikit lambat. Saya pernah mendengar dari kakak saya bahwa anak laki-laki tetangganya berhasil lulus toilet trainning hanya dalam waktu seminggu saja. Entah bagaimana caranya tapi konon katanya anak laki-laki memang lebih mudah mengajarkan toilet trainning. Tapi baiklah, tidak masalah karena setiap anak berbeda-beda dan tentunya sangat istimewa. Begitupun nduk Ayu, dia sudah bisa mengerti rasanya pipis dan pup kemudian bisa mengatakan setelahnya bagi saya cukup membahagiakan.

#Hari15
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Rabu, 13 Desember 2017

Hari 14 : Belajar mengetahui tanda-tandanya

Hari ini saya berniat mengajak nduk Ayu menjenguk Dela (anak tetangga yg juga teman bermain nduk Ayu yg usianya 3 tahun) yg baru pulang ke rumah setelah 5 hari masuk rumah sakit. Tapi ketika saya lihat rumahnya sepertinya sepi mungkin juga sedang kontrol ke dokter. Akhirnya nduk Ayu bermain di lahan kosong dekat rumah Dela yg memang biasa menjadi tempat bermain anak-anak. Nduk Ayu pun asyik bermain tanah sambil berjongkok. Tapi tiba-tiba saya melihatnya berdiri, diam, "tuuurrr" dan dia pun mengatakan "pipis". Baiklah, akhirnya kami pulang, nduk Ayu kembali bermain di rumah dan tidak lama kemudian tidur.

Setelah bangun dan makan siang, saya pun mengajaknya ke rumah Dela lagi yg ternyata tadi pagi memang pergi kontrol ke dokter. Mereka pun bermain bersama. Saya sempat khawatir nduk Ayu mengompol, karena terakhir dia mengompol setelah bangun tidur tadi. Saat asyik bermain tiba-tiba nduk Ayu berdiri, gelisah sambil menghentak-hentakkan kakinya. Ternyata dia pup, tetapi mungkin merasa asing dengan tempatnya sehingga dia kurang nyaman. Saya pun segera menggendongnya ke kamar mandi, untung saja tidak sampai jatuh ke lantai rumah Dela. Setelah selesai akhirnya kami pamit pulang karena waktu juga sudah mulai sore. Pelajaran hari ini, saya mulai mengenali tanda-tanda nduk Ayu ketika akan pipis dan pup, yaitu berdiri, diam, melihat ke bawah, jika di tempat asing dia akan gelisah. Ya, begitulah kira-kira. Semoga dengan mengetahui tanda-tanda ini saya bisa mengantisipasinya dengan membawanya ke kamar mandi jika muncul tanda-tanda tersebut.

#Hari14
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Selasa, 12 Desember 2017

Hari 13 : Mengompol saat sedang tidur

Nduk Ayu belum pipis dari pagi sampai jam 10.00 saat dia tidur. Saya pikir nanti ketika sudah bangun tidur saya mengajaknya ke kamar mandi pasti dia pipis cukup banyak. Tapi ternyata saya salah menduga, nduk Ayu mengompol banyak sekali saat tidur sampai baju dalamnya pun juga basah. Dan saat itu posisi tidurnya tengkurap, walaupun menggunakan perlak tapi tetap bocor juga ke kasur. Baiklah tidak masalah. Setelah bangun tidur, makan dan kemudian bermain beberapa kali saya mengajaknya ke kamar mandi tapi ternyata maaih belum mau pipis juga. Tetap masih mengompol di lantai.

Pelajaran hari ini, jika memungkinkan sebelum tidur nduk Ayu diajak pipis terlebih dahulu. Karena jika tidak, dia bisa mengompol saat sedang tidur. Tapi jika sebelum tidur nduk Ayu bisa pipis, saat tidur pun tidak akan terganggu karena mengompol dan baru akan pipis setelah bangun tidur. Baiklah, besok kita coba lagi nduk Ayu sayang...

#Hari13
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Senin, 11 Desember 2017

Hari 12 : Mulai bisa mengkomunikasikan

Pagi ini kami sarapan di luar dan pulangnya mampir ke rumah Uti. Tiba-tiba di rumah Uti dia mengatakan "eek", dan ternyata benar tapi waktu itu masih memakai diapers. Setelah itu tidak saya pakaikan diapers lagi karena kami langsung pulang dan jarang rumah Uti ke rumah kontrakan cukup dekat.

Sesampainya di rumah, mandi kemudian tidur. Bangun tidur kami bermain seperti biasa. Saya sempat mengajaknya ke kamar mandi untuk pipis tapi ternyata masih sama seperti kemarin, dia asyik bermain air, tidak pipis dan tidak mau diajak keluar. Baiklah, tidak masalah. Tapi ada perubahan yg saya lihat. Hari ini dia pup cukup sering, dan setiap selesai pup dia selalu melihat ke bawah dan mengatakan "eek" walaupun sudah keluar. Begitu juga dengan pipis, setiap selesai pipis dia selalu melihat ke bawah dan mengatakan "pipis" walaupun sudah tercecer ke lantai. Ternyata dia sudah mengerti pipis dan pup dengan mengatakan "pipis" dan "eek" setelahnya. Alhamdulillah nduk Ayu sudah mulai bisa mengkomunikasikan hal itu walaupun di waktu yg belum tepat. Semoga pelan-pelan ke depan nduk Ayu sebelum pipis dan pup bisa mengutarakan keinginannya.

#Hari12
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Minggu, 10 Desember 2017

Hari 11 : Family day dengan diaper

Family day. Hari Minggu kali ini kami tidak ke rumah Uti karena Uti sedang ada acara reuni bersama teman-teman sekolahnya dulu. Mas Jo pun berinisiatif mengajak kami pergi berjalan-jalan karena memang sudah cukup lama kami tidak pergi bertiga. Kami berangkat jam 8 pagi. Rencana awal hanya ingin berbelanja beberapa kebutuhan rumah yg sudah habis, saya pikir juga tidak lama. Tapi ternyata mas Jo mengajak kami makan es krim, berjalan-jalan ke malioboro mall, baru berbelanja kebutuhan rumah dan terakhir mencari kado untuk ulang tahun temannya nduk Ayu. Cukup melelahkan, kami baru pulang jam 12 siang. Dan dari pagi pun nduk Ayu saya pakaikan diapers karena saya rasa belum memungkinkan nduk Ayu tanpa diapers di tempat umum. Apalagi setelah kemarin mendengar cerita pengalaman tetangga saya yg pergi ke swalayan dekat rumah bersama anaknya yg berusia 2,5 tahun tapi tiba-tiba anaknya pup di lantai swalayan. Oh tidak, saya belum sanggup jika hal itu terjadi.

Sesampainya di rumah, saya pun melepas diapers nduk Ayu, menyuapinya dan tidak berapa lama kami bertiga pun tertidur pulas. Setelah bangun tidur sampai sore hari dia tidak mengompol, hanya pup sekali. Besok tidak ada agenda kemanapun, jadi nduk Ayu di rumah tanpa diapers melanjutkan toilet trainningnya.

#Hari11
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Sabtu, 09 Desember 2017

Hari 10 : Terlalu asyik bermain air

Pagi ini sehabis mandi nduk Ayu mengompol. Seperti biasa kami menjalankan rutinitas, nduk Ayu bermain dan saya menemaninya sampai akhirnya jam 9.30 dia pun tertidur dan bangun 3 jam kemudian. Setelah bangun tidur saya tidak terburu-buru mengajaknya ke kamar mandi. Ya, mengantisipasi agar nduk Ayu tidak menangis di kamar mandi seperti kemarin. Saya menunggunya sampai benar-benar sadar dan baru menanyakan keinginannya untuk pipis atau tidak. Beberapa kali saya bertanya "Nduk Ayu mau pipis sekarang apa nanti?". Dan dia pun menjawab, "pipis". Tapi yg terjadi di kamar mandi adalah nduk Ayu malah terlalu asyik bermain air, sudah lebih dari 10 menit dia belum juga pipis, akhirnya ya sudahlah mungkin dia memang belum mau pipis. Tapi ketika saya mengajaknya keluar dia tidak mau karena masih asyik bermain air, akhirnya saya menggendongnya keluar dan dia pun menangis. Tidak lama saya mengalihkan perhatiannya dengan mainan di ruang depan hingga tangisnya reda. Begitulah seharian ini 3 kali hal itu terulang. Nduk Ayu mengatakan "pipis pipis pipis", saat di kamar mandi tidak mau pipis, asyik bermain air sampai tidak mau diajak keluar dan akhirnya menangis. Oke tidak masalah.

Saya masih tetap optimis dan insyaAllah konsisten. Saya akan tetap mencoba mengajaknya ke kamar mandi sampai nduk Ayu benar-benar lulus toilet trainning. Saya yakin entah seberapa lama proses ini, cepat atau lambat pasti akan berhasil karena memang sudah menjadi fitrah manusia untuk BAK dan BAB di kamar mandi.

#Hari10
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



Jumat, 08 Desember 2017

Hari 9 : Mulai bisa menyampaikan keinginannya

Rasya, anak laki-laki tetangga depan rumah yg berusia 4 tahun yg juga teman bermain nduk Ayu datang ke rumah dan mereka bermain bersama. Nduk Ayu yg belum tidur sedari pagi pun merasa senang ketika ada teman yg datang. Sampai jam 10.30 ketika sedang asyik bermain tiba-tiba nduk Ayu mengompol. "Hiii.. dek Ayu ngompol, hiii.. aku pulang ya" kata Rasya sambil kabur pulang ke rumahnya. Sambil membersihkan ompol pun saya menjelaskan kepada nduk Ayu agar pipis di kamar mandi seperti mas Rasya dan teman-temannya yg lain. Ya setidaknya untuk memotivasinya. Tidak lama kemudian dia pun tertidur.

Setelah 2,5 jam dia pun terbangun dan kata pertama yg diucapkannya adalah "pipis". Saya pun mencoba menanyakannya kembali, "nduk Ayu mau pipis?". Dan dia pun mengulanginya "pipis". Saya pun segera mengajaknya ke kamar mandi sambil saya soundingkan padanya untuk pipis. Tapi tidak berapa lama ternyata dia merasa tidak nyaman dan malah merengek-rengek meminta gendong. Saya pikir dia tidak akan mau pipis jika merasa tidak nyaman. Baiklah akhrinya saya menggendongnya keluar kamar mandi dan menurunkannya di ruang depan. Tapi beberapa detik kemudian dia pun langsung mengompol. Pelajaran yg saya dapat hari ini, bisa jadi nduk Ayu benar-benar sudah ingin pipis ketika dia bangun tidur dan langsung bisa mengatakan "pipis". Tapi mungkin saya terlalu terburu-buru mengajaknya ke kamar mandi sehingga membuatnya tidak nyaman dengan suasana peralihan bangun tidur dari kamar ke kamar mandi. Oke baiklah, setidaknya nduk Ayu mulai bisa menyampaikan keinginannya untuk pipis.

#Hari9
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian


Wallpaper Unicorn Galaxy

  Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...