Rabu, 07 Februari 2018

Hari 7 : Auditory -> Menyanyi

Stimulasi gaya belajar visual telah selesai 5 hari. Dan hari ini saya memulai stimulasi gaya belajar auditory dengan kegiatan menyanyi. Sebenarnya saya sudah sering mengajak nduk Ayu menyanyi, beberapa lagu yg kami nyanyikan bersama adalah "tik tik", " cicak di dinding" dan "naik kereta api". Dan secara refleks seringkali nduk Ayu menyanyikan masing-masing lagu tersebut saat hujan, melihat cicak dan melihat kereta api. Menurut saya cukup mudah mengajarinya menyanyi, awalnya saya yg menyanyikan lagu dari awal sampai akhir, kemudian pelan-pelan saya sengaja mengosongkan lirik satu suku kata terakhir agar nduk Ayu melanjutkan, dan saat ini sudah mulai bisa dua suku kata terakhir. Dan saya yakin nantinya dia pun akan hafal liriknya dan bisa menyanyikan lagu sendiri dari awal sampai akhir. Seperti itulah kami belajar menyanyi bersama.

Hari ini mas Jo libur dan mengajak kami pergi dari pagi untuk sarapan di luar dan membeli beberapa pakaian sampai siang hari baru pulang. Saya pikir nduk Ayu mengantuk, ternyata tidak. Dia malah asyik dan sangat fokus bermain water beads. Di tengah kesibukannya saya mengajaknya bernyanyi, dan ternyata dia pun tetap bisa menyahut sambil tetap sibuk bersama water beadsnya. Menurut saya terbukti gaya belajar nduk Ayu adalah auditory pada stimulasi ini, karena nduk Ayu tidak perlu waktu lama untuk belajar menyanyi. Dan saya melihat ketika saya mengucapkan lirik lagu yg belum dia kuasai, dia memperhatikan saya sambil berusaha menirukan apa yg saya ucapkan.

#harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP






Selasa, 06 Februari 2018

Hari 6 : Visual -> Menonton film

Siang hari nduk Ayu bermain bersama Dela. Saya berniat menyalakan film untuk mereka lewat laptop mas Jo. Laptop yg sudah ada sejak tahun 2003, dengan layar cukup lebar nyaman untuk menonton film, hanya saja baterainya sudah tidak ada dan soundnya juga rusak. Jadi kami hanya bisa menonton film luar dengan membaca subtitlenya. Untuk nduk Ayu, saya pikir menonton film dengan laptop ini cukup untuk mengasah visualnya karena tidak terganggu suara dalam film. Dan kali ini saya mengajak mereka menonton film "Up". Saya sengaja mempercepat filmnya hingga terlihat bagian balon warna-warni terbang. Mereka duduk berdua, menonton film, heboh sekali melihat banyaknya balon warna-warni yg terbang. Cukup lama sampai akhirnya Dela bosan dan memilih bermain yg lain, fokus nduk Ayu pun terpecah dan langsung berdiri meninggalkan film sambil bermain yg lain bersama Dela.

Setelah maghrib saya mencoba lagi mengajaknya menonton film. Suasana cukup sepi, hanya kami berdua karena mas Jo sedang membeli lauk untuk makan malam. Kali ini saya mengajaknya menonton film "Bolt", kisah seekor anjing. Dari awal film dimulai nduk Ayu sudah antusias karena ada banyak hal menarik yg dilihatnya. Sambil duduk diam menonton film, dia berseru dan menunjuk ketika melihat sesuatu yg dia ketahui, misalnya "obing (mobil), "tucin (kucing)", "anjin (anjing)" , "uyung (burung)", "tita (kereta)", "awak (pesawat)", "yayi (lari)". Terlihat dia cukup senang. Cukup lama sekitar 20 menit sampai akhirnya mas Jo pulang dan kami makan malam bersama sambil nduk Ayu tetap fokus menonton film. Mungkin karena kami tidak memberinya gadget dan TV hingga membuatnya sangat antusias melihat gambar bergerak dalam film, atau bisa juga karena filmnya menarik dan suasana yg mendukung sehingga saya melihat dalam stimulasi menonton film ini gaya belajar visualnya cukup menonjol.

#harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP



Senin, 05 Februari 2018

Hari 5 : Visual -> Menggambar bentuk

Hari ini saya berencana mengajak nduk Ayu menggambar bentuk. Karena siang hari dia sibuk bermain bersama Dela kemudian tidur siang dan sore harinya bermain bersama Nuha, saya mengajaknya menggambar bentuk saat malam hari setelah maghrib.

Sebelum saya sholat maghrib, saya membentangkan kertas di lantai, menggambar kotak, bulat dan segitiga di atasnya. Saat saya meminta nduk Ayu memegang pulpen dan menggambar, dia pun tidak mau dengan sambil tetap berdiri dan menggeleng kepala mengatakan "emoh". Akhirnya saya sholat dan kebetulan ada Uti yg bergantian menemani nduk Ayu selama saya sholat. Setelah selesai sholat terlihat nduk Ayu sudah duduk, antusias melihat Uti yg menggambar ikan dan bintang. Saat Uti mengucapkan bintang dan ikan, dia pun menirukannya. Kemudian bergantian Uti sholat dan saya melanjutkan aktifitas bersama nduk Ayu. Saya memberi contoh menggambar bulat. Alhamdulillah nduk Ayu mau memegang pulpen, mencoretkannya pada kertas sambil mengatakan "uyuk", yg dimaksud adalah "bulet". Cukup lama dia memegang pulpen sampai akhirnya diberikan kepada saya sambil mengatakan "uyuk, uyuk, uyuk". Ya, dia meminta saya menggambar bulatan yg banyak. Saya menurutinya dan terlihat dia antusias memperhatikan setiap bulatan yg saya buat. Begitulah kami bergantian memegang pulpen. Cukup lama sekitar 30 menit kami bermain dengan kertas dan pulpen sampai akhirnya dia bosan kemudian meminta ungkang-ungkang pada Uti. Baiklah, stimulasi kali ini saya anggap cukup berhasil. Kegiatan menggambar bentuk ini cukup lumayan lama menyedot perhatiannya dan dia terlihat antusias.

#harike5
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP



Minggu, 04 Februari 2018

Hari 4 : Visual -> Menyebutkan gambar

Hari Minggu jadwal kami ke rumah Uti, setelah 2 minggu tidak kesana. Hari ini agenda saya adalah mengajak nduk Ayu menyusun puzzle. Sebelum berangkat ke rumah Uti saya membawa puzzle yg akan kami mainkan disana. Tapi saya sedikit ragu, karena puzzle yg saya beli di swalayan dekat rumah kontrakan ini tidak sesuai usia nduk Ayu dan terlihat rumit. Puzzle ini terdiri dari 12 bagian dengan gambar abjad beserta gambar contoh benda yg diawali abjad tersebut beserta tulisannya dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Cukup pusing saya pun melihatnya. Mungkin saya pikir lebih pas untuknya adalah puzzle knop. Tapi apalah daya, tidak ada di toko dekat rumah, mungkin ada di toko mainan yg letaknya agak jauh dan saya pun tidak bisa kesana untuk membelinya. Baiklah tidak masalah, saya tetap akan mencobanya.

Sesampainya di rumah Uti saya tidak langsung mengeluarkan puzzle, saya membiarkannya beradaptasi terlebih dahulu dengan bermain kesana kemari sesukanya sampai akhirnya dia lelah dan tertidur. Setelah nduk Ayu bangun tidur dan makan siang, saya pun mengajaknya untuk menyusun puzzle. Pelan-pelan saya memberinya contoh dan memberikannya sepotong puzzle agar dia mau duduk dan mengikuti saya menyusun puzzle. Ternyata sedikitpun nduk Ayu tidak tertarik, bahkan saya mengajaknya duduk pun dia tidak mau dan memilih pergi bermain alas duduk di rumah Uti. Baiklah, saya pikir nduk Ayu memang belum mau bermain puzzle. Saya biarkan puzzle tetap berserak berharap saat nduk Ayu bosan bermain yg lain mau duduk menyusun puzzle. Saya mengamatinya, dan ternyata benar, selang agak lama nduk Ayu duduk menghampiri puzzle dan memegang sepotong puzzle bagian huruf C dan D. Ternyata nduk Ayu tidak meletakkannya ke dalam alas puzzle, tapi malah menunjuk gambarnya sambil melihat saya dan berkata "obing". O iya, ternyata dia menunjuk gambar mobil. Dan menunjuk lagi gambar di bawahnya sambul berkata "unak". Ternyata yg dimaksud adalah donat. Akhirnya permainan menyusun puzzle belum berhasil. Tapi berubah menjadi menyebut gambar dan nduk Ayu berhasil. Menurut saya hal ini cukup membuktikan ketertarikannya pada visual, sesuai dengan usianya yg sedang belajar bicara, dia berusaha mengatakan apa yg sedang dilihatnya.

#harike4
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP



Jumat, 02 Februari 2018

Hari 3 : Visual -> Mewarnai

Mewarnai. Hari kedua pengamatan gaya belajar nduk Ayu kami isi dengan kegiatan mewarnai. Saya tidak berekspektasi tinggi pada aktivitas ini. Karena saya rasa memang belum saatnya nduk Ayu bisa mewarnai. Tapi setidaknya saya ingin mengamati bagaimana reaksinya ketika dihadapkan pada crayon dan buku mewarnai, apa yg dia pikirkan dan hendak lakukan dengan kedua benda tersebut dan seberapa lama dia bisa fokus mengerjakannya. Saya memakai buku "Acil dan Kimang" yg dipakai pada stimulasi membaca kemarin, yg ternyata ada halaman khusus untuk mewarnai.

Kegiatan dimulai. Jam 10 pagi ketika saya lihat nduk Ayu mulai resah karena setengah mengantuk, setengah bosan dan ingin bermain keluar tapi belum ada temannya yg keluar. Akhirnya saya menunjukkan crayon dan buku mewarnai padanya. Dia terlihat penasaran. Saya memegang crayon hijau dan nduk Ayu yg berwarna coklat. Saya mengajaknya mewarnai pohon. Nduk Ayu pun langsung mencorat-coret sekenanya sementara saya tetap mewarnai daun dengan perlahan sambil mengatakan padanya untuk menggerakkan crayon pelan-pelan, berharap nduk Ayu fokus dan mencontoh apa yg saya lakukan. Nduk Ayu pun sedikit mempelankan gerakan crayonnya dan akhirnya kembali mencorat-coret sekenanya hingga ke lantai. Hanya 5 menit nduk Ayu mewarnai di buku dan pada akhirnya bosan dan berpindah mewarnai lantai. Saya membentangkan kertas manila di lantai dan mengarahkan nduk Ayu untuk mencorat-coret di kertas saja, diapun menurut. Sampai akhirnya Dela datang, saya memberinya crayon dan mengajaknya mewarnai di kertas bersama nduk Ayu. Tapi ternyata tidak juga bertahan lama, keduanya pun bosan dan memilih bermain yg lain. Sepertinya nduk Ayu memang agak sulit untuk duduk diam dan fokus pada satu aktivitas, atau memang anak usia ini sedang ingin mengeksplor banyak hal yg itu membuatnya cepat bosan. Baiklah, saya selalu menanti aktivitas lain dan stimulasi gaya belajar yg lain agar saya bisa mengetahui yg manakah yg paling menonjol.

#harike3
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP




Hari 2 : Visual -> Membaca buku

Hari ini kami memulai stimulasi gaya belajar visual. Kegiatan pertama saya mengajak nduk Ayu untuk membaca buku. Sebenarnya nduk Ayu sudah memiliki sekeranjang buku yg mulai saya beli setahun yg lalu. Tapi saya pikir nduk Ayu sudah mulai bosan dengan buku-bukunya karena sudah cukup jarang saya melihatnya tertarik pada buku. Hanya saat teman-temannya bermain dan melihat-lihat buku, baru nduk Ayu ikut-ikutan, itu pun tidak lama kemudian dia tinggalkan dan memilih mainan yg lain. Jadi kali ini saya putuskan untuk membeli buku baru. Bukan buku mahal, hanya sepuluh ribu rupiah saya beli di swalayan dekat rumah kontrakan dan hanya buku cerita bergambar tentang si kancil dan si monyet. Saya pikir setidaknya buku yg belum pernah dilihat nduk Ayu sehingga bisa menarik perhatiannya untuk membaca buku.

Ketika tiba waktu bermain nduk Ayu, saya memperlihatkan buku yg berjudul "Acil dan Kimang" itu. Pada awalnya saya memberikan di hadapannya, membukakan setiap halamannya sambil menujuk gambar dan menjelaskan bahwa itu gambar kancil, monyet, pisang, dll. Nduk Ayu terlihat mengamati gambar sambil sesekali menatap wajah saya, memperhatikan sambil menirukan apa yg saya ucapkan. Sampai akhirnya nduk Ayu mau duduk sendiri, mengambil buku tersebut ke pangkuannya dan membolak-balikkan halamannya sendiri. Tibalah ketika nduk Ayu menunjuk gambar monyet, dia pun langsung melihat ke arah saya sambil mengangkat pundaknya yg berarti dia takut, "Nduk Ayu takut?". Dia pun menjawab, "He'eh". Kemudian saya memberinya pengertian untuk tidak takut karena monyet itu baik hati. Nduk Ayu kembali melanjutkan aktivitasnya bersama buku. Tapi ternyata tidak bertahan lama, setelah saya melihat jam, nduk Ayu hanya bertahan sepuluh menit bersama buku, itu pun sudah dihitung dari pertama saya memperlihatkan buku. Selanjutnya dia memilih bermain yg lain. Dan sepanjang hari tidak pernah lagi saya melihat nduk Ayu melirik buku. Baiklah, sepertinya nduk Ayu tidak begitu tertarik dengan buku. Karena jujur saja saya sendiri kurang suka membaca buku, tetapi mas Jo adalah orang yg sangat tergila-gila pada buku. Koleksi bukunya saja cukup memenuhi lemari depan. Itulah yg membuat saya sangat penasaran, apakah nduk Ayu menurun saya atau mas Jo dalam hal belajar. Mungkin gaya belajarnya memang bukan tipe gaya visual atau mungkin saya kurang bawel mengajaknya membaca buku.  Tapi mungkin saja masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Ini baru hari pertama, aktivitas pertama, masih banyak hal yg akan kami lakukan ke depan. Semangat...

#harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP



Kamis, 01 Februari 2018

Hari 1 : Family forum

Kemarin sore kami baru pulang dari Subang (kampung halaman mas Jo) setelah hari Jumat kemarin mendadak kami mudik karena mendapat kabar bahwa Mimih (ibu mas Jo/ibu mertua saya) masuk rumah sakit. Alhamdulillah Mimih sudah sehat kembali. Kami pulang ke Jogja dan saya langsung disambut oleh game level 4. Baiklah tidak masalah, saya masih akan tetap semangat. Game level 4 kali ini tentang memahami gaya belajar anak, objek saya adalah nduk Ayu yg saat ini berusia 21 bulan. Seperti yg telah disampaikan pada materi, gaya belajar anak ada 3 macam, yaitu visual, auditory dan kinestetik. Tantangan besar bagi saya, tidak mudah mengenali gaya belajar anak usia batita karena anak usia ini sedang banyak belajar, semua indera sedang berkembang pesat. Tapi saya yakin, 24 jam saya mendampinginya insyaAllah saya pasti bisa memahami dan mengoptimalkan gaya belajarnya.

Hari pertama saya putuskan untuk memulai family forum terlebih dahulu. Karena kami masih penyesuaian dari Subang ke Jogja, dengan fisik yg cukup lelah dan pekerjaan rumah yg sudah menanti. Saya memulai family forum pagi ini di atas motor saat kami perjalanan pulang dari sarapan di luar. Saya menjelaskan pada mas Jo tentang game kali ini, memaparkan rencana saya dan yg pasti saya meminta dukungannya. Alhamdulillah mas Jo setuju, mendukung 100% rencana saya dan bersedia menyediakan beberapa hal yg saya perlukan. Ya, tidak lepas dari peran mas Jo yg selalu bersedia direpotkan, kali ini saya memintanya untuk mencarikan film untuk kami tonton bersama nduk Ayu sebagai salah satu stimulasi, dan saya pun meminta izin padanya untuk membeli beberapa keperluan untuk stimulasi belajar nduk Ayu. Pada akhirnya selesailah saya membuat agenda untuk stimulasi belajar nduk Ayu 15 hari ke depan. Saya memberi porsi 5 hari untuk pengamatan dan stimulasi masing-masing gaya belajar. Tujuannya agar saya bisa fokus mengamati dengan beberapa kegiatan yg akan dilakukan oleh nduk Ayu. Setelah mencari berbagai informasi, saya merumuskan stimulasi pada nduk Ayu menitikberatkan stimulasi motorik halus pada gaya belajar visual, stimulasi mendengar dan berbicara pada gaya belajar auditory dan stimulasi motorik kasar pada gaya belajar kinestetik.

#harike1
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#kuliahBunSayIIP


Wallpaper Unicorn Galaxy

  Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...