Memasuki minggu keenam sesi mentoring kelas bunda cekatan Institut Ibu Profesional kali ini saatnya melakukan action atas rencana yg telah disusun dan direvisi minggu lalu. Ya kegiatan saya di minggu ini adalah melaksanakan weekly plan rencana belajar dengan menerapkan prinsip montessori dalam 5 area pembelajarannya dengan tema manusia, sub tema aku dan diriku dan berikut adalah dokumentasi kegiatannya
Senin
EPL : Menempel printable manusia dengan klasifikasi jenis kelamin
Selasa
EPL : Menempel pohon keluarga
Rabu
Sensory : Mengurutkan printable manusia dari kecil ke besar
Kamis
Language : Menceritakan identitas diri
Jumat
Math : Menghitung langkah kaki dalam permainan ular tangga
Sebagai tambahan, testimoni dari kakak saya yg juga ikut di kelas bunda cekatan ini yg melihat proses saya dari awal sampai saat ini :
"Melangkah pasti dan penuh ketenangan. Tak terpengaruh obsesi dan ambisi. Berproses menuju cekatan diri tanpa perlu banyak intervensi. Walau sempat hilang arah, namun segera kembali tegap melangkah mencari jalan yang lebih berkah. Tak menggegas berjalan dengan perlahan namun konsisten, tulus untuk diri tanpa butuh sanjung puji"
Selasa, 30 Juni 2020
Selasa, 23 Juni 2020
Minggu 5 Kelas Kupu-Kupu : Revisi
Memasuki sesi mentoring minggu
kelima agenda saya adalah merevisi rencana belajar yg sudah saya susun
sebelumnya menjadi weekly plan sesuai dengan tema yg telah saya buat sebelumnya
yaitu tentang manusia. Karena saat saya menyusun weekly plan minggu lalu saya
mencari contoh kegiatannya dulu baru menentukan area belajar yg ternyata keliru
kemudian saya revisi dengan menentukan area pembelajaran yg kemudian saya
turunkan menjadi contoh kegiatan sehingga weekly plan ini menjadi lebih tertata
dan terencana.
Berikut hasil revisi saya:
Kemudian setelah dikoreksi
kembali oleh mentor ada revisi lagi pada 2 kegiatan yaitu :
- Minggu 1 Culture Area : Revisi menjadi histori/sejarah diri sendiri
- Minggu 3 Sensory Area : Revisi menjadi mystery bag, menebak dengan mata tertutup alat perawatan diri (sikat gigi, handuk, sisir,dll) dengan meraba tekstur
Selasa, 16 Juni 2020
Minggu 4 Kelas Kupu Kupu : Mulai Diskusi
Sesi mentoring pekan ini kami membahas tentang rencana belajar untuk 3 minggu yg telah saya buat. Sebelum sesi mentoring dimulai saya sudah mengirimkan hasil rencana belajar kepada mentor saya. Kemudian saat sesi mentoring tiba kami tinggal membahasnya satu per satu. Rencana belajar yg saya buat adalah "Makhluk hidup ciptaan Allah" yg mana di minggu pertama membahas tentang manusia, minggu kedua tentang hewan dan minggu ketiga tentang tumbuhan.
Setelah kami diskusikan, tema ini cukup bagus hanya sepertinya masih terlalu umum. Dan masing-masing sub tema tersebut tidak cukup hanya dibahas dalam satu minggu. Jadi kami pun membahas sub tema manusia untuk menjadi kegiatan belajar selama 3 minggu untuk anak saya yg berusia 4 tahun. Kami membahas secara detail contoh kegiatan per areanya sesuai dengan prinsip Montessori. Alhamdulillah benar-benar tercerahkan. Dan PR selanjutnya adalah saya harus merevisi rancangan belajar yg sudah saya buat menjadi weekly plan untuk 3 minggu dengan sub tema manusia. Yg kemudian sy konsultasikan kembali pada mentor baru kemudian saya bisa action menerapkan rencana belajar tersebut untuk anak saya.
Setelah kami diskusikan, tema ini cukup bagus hanya sepertinya masih terlalu umum. Dan masing-masing sub tema tersebut tidak cukup hanya dibahas dalam satu minggu. Jadi kami pun membahas sub tema manusia untuk menjadi kegiatan belajar selama 3 minggu untuk anak saya yg berusia 4 tahun. Kami membahas secara detail contoh kegiatan per areanya sesuai dengan prinsip Montessori. Alhamdulillah benar-benar tercerahkan. Dan PR selanjutnya adalah saya harus merevisi rancangan belajar yg sudah saya buat menjadi weekly plan untuk 3 minggu dengan sub tema manusia. Yg kemudian sy konsultasikan kembali pada mentor baru kemudian saya bisa action menerapkan rencana belajar tersebut untuk anak saya.
Selasa, 09 Juni 2020
Minggu 3 Kelas Kupu-Kupu : Menyusun Langkah
Memasuki Minggu 3 sesi mentoring ini saya harus
menuliskan rencana . Karena rencana, skala prioritas dan tujuan. Karena tujuan
tanpa rencana tidak akan menjadi hal nyata, hanya sekedar harapan saja tanpa
ada kenyataan.
RENCANA
1. Tujuan
: Konsisten membersamai anak dengan permainan edukatif
Langkah : Rutin
posting di Instagram setiap kegiatan Ayu sebagai dokumentasi, penyemangat dan
inspirasi untuk ibu lain
Deadline :
Juni-Juli 2020
2. Tujuan
: Mempelajari metode Montessori sebagai penunjang membersamai anak
Langkah : Mencari
ilmu, membuat DIY apparatus dan berusaha mempraktekkan
Deadline :
Juni-Juni 2020
3. Tujuan
: Mandiri Finansial
Langkah : Memulai
usaha menjual bawang goreng
Deadline : Juni
2020
4. Tujuan
: Mengembangkan usaha
Langkah : Menambah
inovasi baru dan merambah ke usaha yg lain untuk crosselling
Deadline : Desember
2020
SKALA
PRIORITAS
Setelah menentukan rencana kemudian berikut skala
prioritas yg saya susun :
1. Mempelajari
metode Montessori
2. Konsisten
membersamai anak dengan kegiatan edukatif
3. Mandiri
Finansial
4. Mengembangkan
usaha
TUJUAN
Kemudian saya menentukan bidang yg ingin saya tekuni
sampai cekatan yaitu mempelajari metode Montessori dan berikut adalah goals
saya :
1. 1-2
bulan ke depan
Saya bisa
menyusun lesson plan/kurikulum belajar untuk anak saya dengan menerapkan metode
Montesori
2. 1-2
tahun ke depan
Anak saya
terbiasa menerapkan prinsip Montessori dalam belajar calistung
3. Finish
Prinsip Montessori
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hal belajar sehingga anak
saya menjadi senang belajar tidak dengan terpaksa
Dan dalam sesi mentoring kemarin, PR untuk saya untuk
Minggu depan adalah menyusun rencana belajar untuk 1 bulan ke depan dalam 1
tema yg kemudian turun menjadi beberapa sub tema yg mencakup semua area
(bahasa, matematika, sensori, lifeskill dan kultural atau bisa dikembangkan
juga ke area literasi, art &craft, sains dan music & movement)
Jumat, 15 Mei 2020
Minggu 2 Kelas Kupu-Kupu : Menyamakan Tujuan
Proses mentoring sudah dimulai. Jadwal saya sama seperti mingu lalu, setiap hari Kamis jam 20.00. Tibalah saatnya video call bersama mentor saya, mbak Rayi. Kami mengobrol banyak. Kembali menyamakan persepsi tentang filosofi montessori yg kemudian mbak Rayi menjelaskan prinsip-prinsipnya yang membuat saya manggut-manggut. Sangat menarik bagi saya. Mbak Rayi pun memberikan beberapa contoh kegiatan montessori yg bisa dilakukan di rumah dengan aparatusnya dan memberikan contoh alternatif kegiatan lain jika aparatus tidak tersedia. Kemudian saya menjelaskan tentang pencapaian anak saya yg sudah sejauh mana dan PR apa yg perlu saya lakukan selanjutnya. Setelah selesai sesi sharing kami pun menyamakan tujuan selama proses mentoring 8 pekan ini yaitu untuk menyusun kegiatan anak dengan memanfaatkan peralatan yg ada di rumah dengan menerapkan metode montessori. Alhamdulillah ilmu baru yg siap alan saya pelajari. Semoga semua berjalan dengan lancar. Aamiin.
Jumat, 08 Mei 2020
Minggu 1 Kelas Kupu-Kupu : Perkenalan Mentor-Mentee
Tahap telur,
ulat dan kepompong sudah terlewati dan saatnya sekarang mulai memasuki tahap
kupu-kupu yg ternyata selalu ada kejutan baru. Kali ini kami mencoba fitur
mentorship yg ada pada Facebook Group. Di sini pertama-tama saya menentukan
ilmu apa yg akan saya dalami dan kemudian mencari mentor sesuai bidang yg saya
inginkan. Pada awalnya saya ingin mencari mentor di bidang bisnis atau food
photography karena saya baru saja memulai usaha baru. Tapi kemudian saya pikir
saya bisa berjalan sambil belajar sendiri sambil benar-benar meresapi usaha yg baru saya jalankan ini. Hingga
akhirnya saya memutuskan untuk mencari mentor dalam bidang Montessori. Kenapa?
Karena saya tertarik dengan metode ini dalam membersamai anak saya yg berusia 4
tahun. Memang selama ini saya sudah melakukan banyak permainan edukatif bersama
anak saya tapi hanya dengan pengetahuan terbatas dan berbagai sumber secara
acak sesuai dengan alat dan bahan yg tersedia di rumah jadi kali ini saya ingin
belajar dan mencari mentor untuk mendalami Montessori.
Bertemulah saya
dengan mentor saya yaitu mbak Rayi, seorang ibu 2 anak yg dulu berkuliah PG
PAUD, pernah bekerja menjadi guru PAUD dan saat ini sudah menyelesaikan diploma
Mntessorinya. Jadi saya pikir mbak Rayi sudah sangat expert di bidang ini.
Sebenarnya saya dan mbak Rayi sudah saling mengenal karena berasal dari satu
regional, satu kelas saat belajar di kelas Bunda Sayang dan pernah juga satu
kali bertemu. Jadi cukup mudah saya beradaptasi dan mengobrol bersama mbak Rayi
ini. Tibalah saatnya berkenalan. Mbak Rayi ini membawahi 5 mentee yg salah
satunya adalah saya. Kami pun berbagi jadwal perkenalan karena mentorship ini
dilakukan one by one disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mentee. Jadwal
perknalan saya dan mbak Rayi berlangsung hari Kamis, 7 Mei 2020 jam 20.00.
Obrolan kami berawal dari perkenalan, menyamakan persepsi sejauh mana saya tahu tentang Motessori dan apa yg
ingin saya capai dalam sesi mentorship yg akan berlagsung selama 8 pekan ini.
Alhamdulillah diskusi kami sangat seru, saya menjadi tahu betapa pentingnya
filosofi sebelum penarapan Montessori. Bagaimana contoh-contoh kegiatan dengan
mtode Montessori untuk anak saya dan yg terakhir adalah PR untuk saya. Saya
harus mempersiapkan lingkungan terlebih dahulu. Karena saya sadari memang rumah,
mainan dan lingkungan kami belum mendukung untuk pembelajaran Montessori. Tapi
InsyaAllah minggu ini akan saya maksimalkan dengan diawali untuk menata mainan.
Semoga semua berjalan dengan lancar.
#jurnalkelaskupukupu
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional
Selasa, 28 April 2020
Aliran Rasa Kelas Kepompong
Alhamdulillah selesai sudah tahap kepompong di kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional. Saya berhasil melewatinya dengan sangat memuaskan. Walaupun di pekan terakhir saya cukup terseok-seok karena keluarga saya terdampak covid19 dan saya harus berjualan brambang goreng. Tapi saya berusaha keras agar tetap menyelesaikan tantangan 30 hari ini berturut-turut. Dan sesuai dengan mind map saya "anak senang, ibu berkembang". Ya, anak saya sangat senang karena selalu ada permainan edukatif baru setiap hari. Di samping itu saya pun berkembang. Tapi memang sedikit meleset dari rencana. Awalnya saya rencanakan saya berkembang dengan mandiri finansial dengan bekerja, tapi karena adanya covid19 ini ternyata Allah menunjukkan jalan lain dalam menjemput rezeki dengan berjualan. Alhamdulillah semua ada hikmahnya dan terus saya syukuri. Dan sekarang saatnya bermetamorfosa. Saya siap menjadi kupu-kupu yg cantik
Langganan:
Postingan (Atom)
Wallpaper Unicorn Galaxy
Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...
-
Melejitkan kecerdasan emosi dan spiritual, tantangan yg cukup menantang. Dengan family project kami mengutip dari buku Rumah Main Anak yaitu...
-
Puzzle geometri. Mainan yg sudah saya beli sejak setahun yg lalu di swalayan dekat rumah kontrakan. Murah meriah bagi saya, cukup dengan har...
-
Alhamdulillah game level 9 sudah terlewati walaupun hanya berhasil menyetor 11 laporan karena di akhir tantangan harus bersiap untuk mudik...














