Jumat, 24 Agustus 2018

Hari 1 : Dongeng bebek yg tersesat

Sudah masuk hari pertama game level 10 dengan tema "membangun karakter anak melalui dongeng". Sangat menantang bagi saya karena jujur saja saya belum pernah mendongeng untuk nduk Ayu. Tapi bagaimanapun saya akan mencobanya dan inilah momen yg tepat. Siang ini karena nduk Ayu tidak mau tidur siang, saya mengajaknya ke kamar dan mendongengkannya. Awalnya saya bingung akan bercerita apa dan memulai darimana. Melihat nduk Ayu membawa mainan bebek, muncullah inspirasi untuk membuat cerita tentang bebek. Baru saja saya memulai "pada suatu hari", tiba-tiba suara tawa mas Jo membuat saya berhenti dan dia pun bertanya, "kenapa harus selalu "pada suatu hari" sih?". Dan kami bertiga pun tertawa cekikikan. Dan saya memang sudah menjadi bulan-bulanan mas Jo, yg sejak semalam tahu bahwa tantangan kali ini adalah mendongeng. Mungkin mas Jo sangat mengerti bahwa saya tidak pernah mendongeng. Baiklah, tidak masalah. Dongeng pun dimulai, nduk Ayu mendengarkan sambil berdiri di pinggir kasur.

Kira-kira beginilah ceritanya :
Ada bebek, tersesat di pinggir sungai. Dia berenang sambil mencari-cari dimanakah ibunya.
Bebek : "Ibu dimana ya.. pik pik pik pik pik.. aku cari kemana-mana kok nggak ada ya"
Di sisi sungai yg lain ibu bebek pun dengan khawatir mencari salah satu anaknya yg hilang.
Ibu bebek : "Satu.. dua.. tiga.. empat.. li.. lho dimana anakkku yg satu? Kok nggak ada ya. Anak-anak ayo ikuti ibu ya, adik kalian hilang ibu nggak tau kemana perginya."
Si bebek kecil terus berusaha mencari ibunya, dia menyusuri sungai, berenang di celah bebatuan, merunduk-runduk di antara dedaunan yg dahannya tumbang ke sungai sambi terus memanggil ibunya.
Bebek : "Ibu.. ibu.. ibu dimana?"
Tiba-tiba si bebek kecil melihat riak air yg tidak seperti arus sungai biasanya. Tapi seperti sekelompok hewan yg sedang berenang. Dan ternyata itu adalah ibu dan kakak-kakaknya. Dia segera berusaha berenang sekuat tenaga menghampiri mereka.
Bebek : "Ibu.. ibu.. ibu.. aku di sini.. tunggu aku.."
Ibu bebek yg mendengar panggilan itu segera menoleh dan segera menyambutnya diikuti anak-anaknya yg lain.
Ibu bebek : "Anakku.. kemana saja kamu.. daritadi ibu mencarimu.. ibu sangat khawatir"
Bebek : "Aku juga mencari ibu.. tadi aku cuma menoleh melihat bunga-bunga bermekaran di tepi sungai. Tapi begitu aku menoleh lagi ibu sudah nggak ada"
Ibu bebek : "Anakku.. sungai ini cukup berbahaya, ketika sedang berenang kita harus tetap fokus. Boleh melihat sekeliling, tetapi jangan sampai terpisah dari rombongan. Ya sudah, nggak apa-apa. Yg penting kita sudah berkumpul lagi"
Bebek : "Iya bu, maaf ya.. aku nggak akan mengulanginya lagi."
Ibu bebek : "Iya tidak apa-apa nak, ya sudah, yuk sekarang kita melanjutkan perjalanan"
Akhirnya ibu bebek dan kelima anaknya kembali berkumpul dan melanjutkan perjalanan menyusuri sungai. Mereka pun lebih berhati-hati, saling menjaga satu sama lain agar jangan sampai ada yg tertinggal. Selesai.

Alhamdulillah nduk Ayu cukup antusias mendengarkan cerita saya. Mungkin karena pertama kalinya mendengarkan dongeng dari saya, dan saya membawakan dengan penuh ekspresi sambil mengepakkan lengan ala bebek yg sedang berenang. Walaupun pada akhirnya tetap tidak mau tidur juga. Baiklah nduk, besok kita coba cerita yg lain.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination








Aliran rasa game level 9

Alhamdulillah game level 9 sudah terlewati walaupun hanya berhasil menyetor 11 laporan karena di akhir tantangan harus bersiap untuk mudik ke Subang.

Minggu, 05 Agustus 2018

Hari 11 : Beribadah di mana saja

Hari Minggu kali ini kami tidak ke rumah Uti, karena Uti sibuk. Baiklah, seharian kami di dalam rumah, tapi sepertinya nduk Ayu bosan dan mengajak keluar. Saya dan nduk Ayu bermain keluar. Dia langsung mengajak bermain ke teras tetangga depan rumah yg kebetulan kosong. Di sanalah muncul kreativitasnya.

Karena setiap hari saya dan nduk Ayu bersama-sama, saya mengamati cukup sering juga dia mengikuti gerakan sholat saya. Bahkan wudhu pun dia sering mengikuti saya sampai dalam kamar mandi. Dan ternyata nduk Ayu menirukannya. Gerbang rumah dia jadikan tempat wudhu, dan kemudian melakukan sholat di teras rumah. Setelah selesai dia langsung tersenyum dan berlari ke arah saya dan berkata, "tudah tolat (sudah sholat)". Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi kreativitasnya yg senang beribadah di manapun dia berada. Semoga nanti nduk Ayu menjadi anak yg rajin beribadah. Aamiin.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative




Sabtu, 04 Agustus 2018

Hari 10 : Kreatif di rumah Uti

Hari Sabtu di rumah Uti. Tidak seperti biasanya, ternyata Uti berencana berhenti bekerja karena alasan kesehatan. Tentu saja saya dan mas Jo sangat mendukung. Setelah kami sarapan bersama, Uti meminta agar nduk Ayu bersamanya, sementara saya harus pulang menyelesaikan pekerjaan rumah. Setelah selesai semuanya, siang hari saya dan mas Jo menyusul nduk Ayu ke rumah Uti, mendapatinya yg tetap ceria, sudah makan, sudah minum susu dan tidak rewel. Alhamdulillah, benar-benar quality time nduk Ayu bersama Uti.

Sampai sore harinya, saya sedikit curiga karena tidak mendengar suara nduk Ayu. Ternyata dia sedang unjuk kreativitas, dia sibuk "menithili" cat tembok rumah Uti yg sudah mengelupas. Dia sangat asyik, kemudian masuk ke dalam rumah mengambil cangkir dan melanjutkan kembai dengan memasukkan remah-remah tembok ke dalam cangkir. Setelah bosan, kemudian berpindah ke halaman samping. Di sana terlihat ada semen yg berlubang. Di situlah kreativitasnya muncul lagi. Dia sibuk menggali lubang semen dan dimasukkan ke dalam tempat lilin souvenir pernikahan yg sudah dipengangnya daritadi. Sepertinya nduk Ayu risih ketika melihat sesuatu yg tidak seharusnya, seperti tembok yg mengelupas dan semen yg berlubang. Mungkin dia pikir harus melakukan sesuatu pada keadaan yg tidak semestinya. Entah apapun maksudnya yg saya pun tidak mengerti, tapi saya bahagia melihatnya. Dan lebih membahagiakan lagi Uti tidak pernah melarangnya. Harus saya akui Uti adalah nenek terbaik di dunia, yg tidak pernah melarang apapun pada cucunya selama itu tidak berbahaya. Uti selalu mendukung apapun yg saya lakukan dalam mendidik nduk Ayu, tidak pernah menyuruh atau melarang, hanya menanyakan jika beliau tidak mengerti apa maksud saya dan kemudian kami berdiskusi. Uti sangat paham bahwa zaman sudah berubah, cara mengasuh anak yg beliau lakukan dulu sudah berbeda dengan sekarang. Alhamdulillah, nduk Ayu dikelilingi orang-orang yg mendukung kreativitasnya, termasuk Uti. Semoga Uti sehat selalu. Aamiin.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative




Jumat, 03 Agustus 2018

Hari 9 : Ayu ciyam ciyam

Anak adalah peniru profesional. Begitupun nduk Ayu. Di musim kemarau yg cukup panjang ini dia sering melihat pakde Bas, tetangga depan rumah sedang menyiram halaman dengan selang. Saat melihat pakde Bas sedang menyiram, dia selalu mengatakan, "pakde Bas ciyam ciyam". Hari ini saya melihat nduk Ayu menirukan pakde Bas sedang menyiram halaman, dengan kreativitasnya dia melakukan di dalam rumah dengan menggunakan charger hp dan botol parfum mas Jo. Kok bisa? Ternyata bisa sekali. Dan dengan kemampuan menirunya yg profesional dia pun persis menirukan gaya pakde Bas sedang menyiram halaman sambil berkata, "Ayu ciyam ciyam".

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative





Kamis, 02 Agustus 2018

Hari 8 : Tempe warna-warni

Hari Kamis jadwal kereta mini datang. Seperti biasa saya dan nduk Ayu tidak ikut naik. Kami memilih bermain berdua di dalam rumah sama teman-teman yg lain termasuk Dela juga ikut naik. Di dalam rumah saya biarkan dia bermain dengan mainannya sambil tetap saya temani. Ternyata nduk Ayu mengajak bermain peran jual-beli. Dia penjual, saya pembeli. Dan barang dagangannya adalah tempe dalam imajinasinya.
Ayu : "Ibuk.. beli?"
Saya : "Iya ibuk beli, Ayu jualan apa?"
Ayu : "Tepe (tempe)"
Saya : "O iya, ibuk beli tempe. Harganya berapa?"
Ayu : "Lima atus"
Saya : "Ni uangnya. Mana tempenya udah jadi belum ya?
Ayu : "Ni udah jadi"
Saya : "Makasih ya, tempenya enak"

Dan dia pun tersenyum bahagia. Dalam imajinasinya, crayon dijadikan tempe yg dia jual. Dimasukkan ke dalam gelas plastik bekas air minum kemasan. Kreativitas nduk Ayu kali ini adalah evolusi. Nduk Ayu merubah tempe yg biasanya berwarna putih dan berbentuk kotak atau segitiga, kali ini tempe yg dia ciptakan dalam imajinasinya berbentuk panjang-panjang dan berwarna-warni.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative




Rabu, 01 Agustus 2018

Hari 7 : Bermain oobleck

Oobleck. Non newtonian fluid. Bukan benda padat bukan benda cair, tapi memiliki sifat benda padat dan benda cair. Penjelasan ilmiahnya sedikit membingungkan tapi kurang lebih teksturnya seperti pasir hisap. Anak seusia nduk Ayu belum memerlukan penjelasan panjang lebar. Saya pikir biarlah saja dia menikmati bermain sensory play ini.

Cukup mudah membuatnya, hanya dengan mencampurkan tepung kanji dengan air dan pewarna makanan, dengan takaran kira-kira saja sudah berhasil membuat nduk Ayu bahagia. Karena dari awal saya melibatkan nduk Ayu, maka mudah saja membuatnya langsung tertarik. Pada awalnya saya hanya menyiapkan tepung kanji dalam mangkok dan langsung saya serahkan pada nduk Ayu berserta sendoknya. Dia pun asyik mengaduk, sedikit demi sedikit saya tambahkan air dan pewarna makanan, setelah jadi mulailah dia bereksplorasi. Yg tadinya hanya mengaduk dengan sendok kemudian memegang dengan tangan dan akhirnya memindahkannya ke lantai. Tidak masalah, dia senang saya pun senang melihatnya. Tidak ada ekspresi jijik di wajahnya, terlihat dia sangat penasaran. Dalam aktivitas ini nduk Ayu memang masih dalam tahap pengenalan tekstur dan sekedar mengeksplorasinya, karena memang baru pertama kali ini saya berikan. Jadi, saya belum bisa menemukan jenis kreativitas apa yg berhasil dilakukan nduk Ayu.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative





Wallpaper Unicorn Galaxy

  Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...