Selasa, 06 Maret 2018

Hari 6 : Membaca bersama

"Ibuk mau baca buku ah", kalimat setengah ajakan ini tiba-tiba saya ucapkan sambil mengambil dan membaca buku "happy little soul" ketika nduk Ayu sedang asyik bermain. Tiba-tiba dia berhenti bermain, melihat apa yg saya lakukan dan langsung berdiri menghampiri keranjang buku sambil berkata, "bupu bupu bupu". Segera saya menghampirinya dan menanyakan buku yg mana yg akan dia baca. Dia pun menunjuk buku "the origin of my name". Buku dari rabbit hole yg cukup lama menarik perhatiannya, karena mungkin itulah buku yg "dia banget", bergambar dan "berjendela". Saya mengambilkan dan dia pun asyik membuka setiap halamannya sendiri sambil saya soundingkan, "kita baca buku sama-sama ya", dia pun mengangguk. Di tengah-tengah kami membaca, tiba-tiba dia berseru, "bapo bapo", sambil menunjuk gambar onde-onde. "O, itu bukan bakpao nduk, itu onde-onde", dan dia pun berusaha menirukan kata onde-onde. Kami lanjut membaca lagi, dia kembali berseru, "ade ais" sambil menunjuk gambar bayi yg menangis. Nduk Ayu membuka lembar demi lembar halaman buku dengan asyik hingga akhirnya perhatiannya teralihkan pada "jendela" buku dan berusaha membukanya, ketika kesulitan dia pun meminta bantuan saya. Fokus membaca pun buyar. Sampai akhirnya dia penasaran dengan apa yg saya baca dan mengambilnya.

Baiklah, hari ini cukup mengasyikkan. Trik saya lumayan berhasil dengan membuat nduk Ayu tertarik dengan aktivitas yg saya lakukan. Dan benar-benar terbukti bahwa anak adalah peng-copy ulung. Dan saya harus menjadi contoh yg baik untuknya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Senin, 05 Maret 2018

Hari 5 : Mengenal 25 nabi

Mengenal 25 nabi, buku yg kami baca hari ini. Buku yg berisi tentang kisah para nabi dan mukjizatnya. Secara fisik buku ini tidak terlalu besar dan tebal. Tapi yg jelas bergambar, walaupun masih lebih banyak tulisannya daripada gambarnya. Baiklah, aktivitas membaca dimulai pagi menjelang siang.

Seperti biasa saya mengajak nduk Ayu membaca buku, saya pun memperlihatkan buku baru itu. Dia terlihat bersemangat dan ingin memegangnya sendiri. Dia duduk sambil memangku buku, seperti orang dewasa sedang membaca buku. Lucu sekali melihat tingkahnya. Menurut tahapan membaca anak usia dini, terlihat nduk Ayu memasuki tahap 2 yaitu pembentukan konsep diri membaca (self concept stage). Seperti hari-hari sebelumnya pun dia menunjukkan kemampuan membacanya pada tahap ini. Tapi sayangnya buku ini belum selesai kami baca. Baru beberapa halaman sampai pada kisah nabi Ibrahim, nduk Ayu mulai bosan, ditinggalkanlah buku itu dan berganti bermain balon. Mungkin bukunya memang tidak sesuai dengan usianya, terlalu banyak tulisan dan membuatnya bosan. Catatan penting untuk saya lebih peka pada responnya ketika dihadapkan pada buku baru, agar saya tau buku yg tepat untuknya.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst



Minggu, 04 Maret 2018

Hari 4 : Mengenal benda sekitar pertamaku

Dari kemarin kami berencana pergi ke toko buku. Dan akhirnya terlaksana juga pagi ini bersama tante Mindy. Dia adalah sahabat saya sejak kuliah semester 1, sampai kami lulus bersama, saya menikah dan dia melanjutkan s2 nya. Kami tinggal di kontrakan yg bersebelahan jadi kami sangat dekat, dia pun sangat menyayangi nduk Ayu. Ya, tante Mindy adalah orang baik, semoga tesisnya segera selesai dan jodohnya segera didekatkan. Aamiin. Ketika di toko buku, saya sibuk memilih buku sementara nduk Ayu bersama tante Mindy. Saat sudah bosan kesana kemari akhirnya mereka membeli donat sampai saya selesai dan kami pulang. Saya dan nduk Ayu pulang ke rumah Uti, tante Mindy pulang ke kontrakan karena akan ada tamu. Sesampainya di rumah Uti nduk Ayu tidur, bangun tidur setelah makan saya mengajaknya membaca buku baru. Buku yg kami baca kali ini berjudul "Mengenal benda sekitar pertamaku". Buku yg berisi gambar beserta tulisan benda-benda di sekitar. Sebenarnya saya cukup kebingungan memilih buku untuk nduk Ayu. Saya belum begitu paham kriteria buku sesuai usianya dan kemampuannya seperti apa. Akhirnya saya memilih buku tersebut. Bukan buku cerita, tapi saya pikir cukup baik untuk menambah kosakatanya. Sebenarnya nduk Ayu pun sudah beberapa bulan yg lalu saya perkenalkan dengan "flash card", tapi sepertinya dia sudah bosan dan sudah hafal, jadi saya belikan buku baru yg menyerupai "flash card" ini. Ya, setidaknya agar dia lebih familiar dengan bentuk fisik buku.

Dia cukup antusias melihat-lihat isi buku sambil menaiki keranjang setrika Uti. Cukup mengasyikkan. Pertama-tama dia cukup banyak menyebutkan gambar dengan kurang tepat, tapi lama-kelamaan setelah saya betulkan dia pun berhasil menyebutkannya. Saya berusaha membuat nduk Ayu tidak bosan hanya dengan menyebutkan gambar-gambar dengan cara memperpanjang obrolan. Misalnya sambil memberinya pertanyaan, "pintunya ada dimana", "embernya warna apa", "tasnya kayak punya siapa". Nduk Ayu pun terlihat senang, ketika sudah selesai dia pun meminta lagi. Sampai kami pulang ke kontrakan pun nduk Ayu meminta membacanya lagi.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst




Sabtu, 03 Maret 2018

Hari 3 : What sound is that?

Hari ini akhirnya nduk Ayu bermain bersama Dela setelah beberapa hari tidak bertemu, ternyata karena simbahnya sedang berkunjung ke rumahnya. Cukup melelahkan hari ini nduk Ayu bermain bersama Dela, sampai akhirnya nduk Ayu meminta pulang dan tidur. Setelah bangun tidur baru saya mengajaknya membaca buku. Buku yg kami baca kali ini adalah "What sound is that" dari rabbit hole, buku tentang berbagai macam alat transportasi. Saya membelinya satu paket versi bahasa inggris, sebenarnya saya ingin membeli yg berbahasa indonesia, tapi apalah daya yg sesuai budget adalah yg berbahasa inggris karena waktu itu diskon 50%.

Proses membaca cukup lancar, saya membacakan, nduk Ayu menanggapi. Ketika membuka halaman yg bergambar pesawat diapun mengangkat tangannya sambil berkata, " wuuusss, ubang", maksudnya adalah terbang. Ketika melihat gambar sepeda, dia langsung berdiri, menunjukkan dimana letak sepedanya sambil berkata, "peda, ama", maksudnya sepedanya sama. Ketika melihat gambar sepeda motor, saya pun menjelaskan, "ini motor, kalau naik motor harus pake helm kayak gini". Dia pun langsung menunjuk helm saya yg berada di sudut ruangan sambil berkata, "heyem, ibuk". Sangat mengasyikkan, nduk Ayu sangat antusias. Sampai pada halaman terakhir terdapat gambar-gambar kecil berbagai alat transportasi, saya pun mengajaknya bermain tebak-tebakan. Dia sudah paham, kadang menjawab dengan benar, kadang belum tepat. Ketika saya menunjukkan gambar kepala lokomotif kereta sambil bertanya apakah itu, nduk Ayu menjawab, "tita api", sambil berjalan menuju keranjang mainannya untuk mencari mainan kereta apinya dan kemudian menjejerkannya dengan gambar kereta api. Alhamdulillah, saya semakin bersemangat melihat respon nduk Ayu.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst





Jumat, 02 Maret 2018

Hari 2 : Teknologi populer

Teknologi populer. Buku yg nduk Ayu baca hari ini. Buku ini adalah jenis buku ensiklopedia anak berisi asal mula benda-benda di sekitar kita, yg saya rasa mungkin kurang sesuai dengan usia nduk Ayu, tapi dia sangat suka, cukup sering dia meminta dibacakan, terbukti jilid buku di bagian dalam sudah ada yg rusak. Mungkin karena ada banyak gambar-gambar umum sehari-hari yg sering dia lihat dan mudah juga bagi saya untuk menjelaskannya. Sebenarnya tidak sengaja juga saya membelinya. Waktu itu kakak saya sedang mudik ke jogja dan pergi ke toko buku, karena di kotanya tidak ada toko buku. Karena dia berniat homeschooling untuk anaknya maka dia membeli dua paket buku ensiklopedia. Tapi ternyata ketika di rumah dan dibuka, ada 3 buku dengan judul dobel. Untuk mengurangi rasa kecewanya saya pun menggantinya, selain itu saya rasa juga buku ini cukup penting untuk nduk Ayu nanti.

Hari ini kegiatan membaca kami lakukan siang hari menjelang ashar. Karena nduk Ayu hari ini tidur siang cukup lama, dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang dan saya pun ikut tertidur. Setelah bangun kami pun makan, setelah makan ketika nduk Ayu sedang bermain saya berinisiatif mengajaknya membaca buku, "nduk Ayu, sekarang baca buku yuk sama ibuk". Dia pun langsung paham, segera menghampiri keranjang buku, tapi dia bingung mau mengambil yg mana. Saya mencoba mengarahkan buku kesukaannya, "nduk Ayu mau baca buku kuda? Itu lho yg warna biru, sini tolong diambilin biar ibuk bacain". Karena gambar yg paling dia ingat dalam buku itu adalah kuda, dia langsung paham, mengambilnya dan membawakan pada saya. Kegiatan membaca dimulai. Pada sampul buku terdapat gambar kereta, nduk Ayu langsung menunjuknya sambil berkata, "tita api". Begitulah selalu ketika kami membuka lembar demi lembar buku. Lebih banyak nduk Ayu yg asyik menyebutkan gambarnya, saya tinggal mengiyakan dan memperpanjang obrolan tentang objek tersebut. Begitu pun ketika melihat gambar tangan, dia langsung menunjukkan tangannya dan tangan saya, begitu melihat gambar laptop langsung menunjuk dimana letak laptop biasanya sambil berkata "ayah", saya pun paham dan menjawabnya, "o iya, laptopnya ayah biasanya disana ya, sekarang lagi dibawa ayah buat kerja". Begitulah kegiatan membaca kami hari ini, jujur saja buku ini menjadi buku favorit saya saat menemani nduk Ayu, karena dia terlihat tidak cepat bosan dan bisa fokus menyelesaikan sampai halaman terakhir.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst






Kamis, 01 Maret 2018

Hari 1 : "Pot gantung" literasi

Hari pertama game level 5, tentang menstimulus anak suka membaca. Jujur saja saya sedikit pesimis. Karena saya sendiri kurang suka membaca, tapi saya harus mau membaca karena saya adalah contoh untuk nduk Ayu. Langkah pertama saya adalah saya harus mencari tahu mengapa saya kurang suka membaca, padahal membaca adalah skill yg bisa diasah. Bisa jadi dari kecil memang orangtua saya kurang menyadari arti penting nya membaca, jadi saya memang hampir tidak pernah dibelikan buku bacaan. Hanya buku LKS dan buku paket yg sifatnya wajib dari sekolah saja yg dibelikan oleh orangtua saya. PR besar bagi saya yg saat ini menyadari pentingnya membaca, saya harus mulai mengasah skill membaca saya mulai dari sekarang. Tapi kakak saya adalah seorang kutu buku, walaupun tidak pernah dibelikan buku juga seperti saya, tapi dia rajin meminjam buku ke perpustakaan, padahal waktu itu SD tempat saya sekolah masih berstatus SD inpres dengan fasilitas minim, dengan perpustakaan yg cukup membuat saya tidak tertarik. Ya, ruangan perpustakaan berada di ujung lorong, cukup sempit, tanpa ventilasi udara dan dengan penerangan seadanya. Mungkin waktu itu saya sudah ilfil dengan keberadaan perpustakaan di SD saya, tapi herannya tidak dengan kakak saya. Ketika jam istirahat saat saya dan anak-anak yg lain berlarian menuju kantin untuk jajan, kakak saya memilih langsung menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yg telah selesai dia baca dan langsung meminjam buku yg sudah dia "cim" sebelumnya. Luar biasa kakak saya ini, saya benar-benar harus banyak mencontohnya. Tibalah saatnya saya menikah, alhamdulillah mas Jo suami saya adalah orang yg sangat menggilai buku. Ketika setelah menikah dan kami pindah di kontrakan, saya terheran-heran melihat koleksi bukunya melebihi jumlah bajunyg dia punya. Saya sangat bersyukur, orang-orang terdekat saya adalah orang-orang yg sadar baca, lagi-lagi saya merasa seperti dicambuk agar segera mencontoh mereka. Paling tidak, saat ini alasan terbesar saya adalah demi nduk Ayu. Saya sangat berharap kemampuan membaca nduk Ayu bisa terasah sejak sekarang.

Langkah kedua saya adalah mengidentifikasi tahapan membaca  nduk Ayu saat ini. Sudah sampai manakah ketertarikannya terhadap buku. Saya sudah membelikannya buku sejak setahun yg lalu. Ketika masih baru dia cukup sering meminta dibacakan buku. Tapi sekarang mulai jarang saya melihatnya tertarik pada buku, padahal keranjang tempat buku dan tempat mainan saya letakkan berjejeran tapi dia lebih memilih bermain daripada membaca buku. Tapi menjadi lain ketika melihat temannya datang dan meminjam buku, nduk Ayu buru-buru mengambil buku dan meminta saya membacakan. Ya, bisa jadi nduk Ayu ingin membaca ketika ada orang lain yg juga membaca. Baiklah, satu poin yg saya catat, penting memperlihatkan padanya aktifitas membaca. Saya juga mengamati responnya ketika sedang saya bacakan buku. Nduk Ayu yg kosakatanya mulai banyak ini, ikut menunjuk dan menyebutkan ketika ada hal yg dia tahu, misalnya dia akan heboh ketika ada gambar kuda di dalam buku, saya pun mengiyakan sambil mengajukan pertanyaan lanjutan, misalnya kudanya ada berapa, kudanya warna apa, kemarin lihat kuda dimana sehingga terjadilah komunikasi dua arah pada kami. Cukup mengasyikkan dan akan saya stimulasi terus dengan cara ini. Langkah selanjutnya sesuai dengan game level ini, saya akan membuat pohon literasi. Mungkin lebih tepatnya adalah "pot gantung" literasi. Saya membuatnya dari stik es krim yg saya susun dan lem, kemudian saya berikan tali untuk menggantungnya dan juga tali-tali yg menjulur ke bawah untuk menempel daun-daunnya. Baiklah, hari ini saya cukupkan dengan membuat pohon literasinya terlebih dahulu, karena saya merasa kami cukup lelah setelah siang hari saya mengajaknya pergi kondangan. Kegiatan membaca akan dimulai besok. Bismillah semoga diberi kelancaran. Aamiin.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

Aliran rasa game level 4

Game level 4 tentang memahami gaya belajar anak adalah salah satu  game yg paling saya tunggu. Berkaca dari pengalaman suami. Saat itu ayah mertua saya menginginkan anaknya menjadi seorang insinyur sehingga menyekolahkan suami saya di STM dan kemudian melanjutkan kuliah jurusan teknik. Sebagai seorang anak, suami saya anak yg sangat penurut. STMnya dilalui dengan lancar, tapi tidak dengan kuliahnya. Setelah sekian belas semester bahkan sampai pindah kampus pun, akhirnya ditinggalkan juga walaupun tinggal selangkah lagi. Ada rasa kecewa di diri saya, suami saya dan yg pasti mertua saya. Tapi bagaimanapun semua telah terjadi. Kami pun melakukan evaluasi. Kami mencari tahu apa yg salah, bagaimana seharusnya dan apa langkah selanjutnya. Ternyata memang passion suami saya tidak di bidang itu. Dan kami sepakat mendidik anak kami bersama-sama, jangan sampai anak kami mengalami hal yg sama. Kami menyadari bahwa tidak bisa memaksakan seseorang menyukai bidang apa atau belajar dengan cara yg bagaimana. Untuk itu, PR besar bagi kami mengetahui bagaimana cara belajarnya, dan lebih lanjut mengetahui di bidang apakah bakatnya.



Wallpaper Unicorn Galaxy

  Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...