Rabu, 08 November 2017
Hari 7 : Pentingnya menjaga mood pasangan
Hari ini paket komplit, mas Jo hp nya eror dan motornya mogok. Saya yg melihat keadaan ini berpikir agar bagaimana tetap menjaga mood mas Jo, jangan sampai saya salah dalam berkomunikasi. Saya menjaga kata-kata, intonasi dan gestur saya jangan sampai menyinggung perasaannya dan memperburuk harinya.
Sambil menggendong nduk Ayu saya menghampiri mas Jo yg penuh keringat saat sedang berusaha memperbaiki motornya. Saya pun menanyakan kerusakannya dan menyarankan membawanya ke bengkel sambil mengantarkan jus sirsat kesukaannya. Mas Jo hanya menjawab seadanya dan masih melanjutkan usahanya, sampai akhirnya motornya bisa menyala lagi. Mas Jo pun bersiap untuk pergi, meminjam hp saya karena hp nya eror dan segera kuberikan. Alhamdulillah komunikasi kami aman. Begitulah di usia pernikahan kami yg baru 2,5 tahun ini setidaknya kami sedikit tahu satu sama lain. Saat mas Jo mungkin sedang dalam masalah saya berusaha tidak membuatnya tambah emosi, begitu pula misalnya saat saya sedang PMS, mas Jo tahu dan berusaha untuk selalu membuat saya nyaman. Komunikasi yg produktif memang sangat berperan penting dalam menstabilkan emosi pasangan yg sedang kacau.
#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Selasa, 07 November 2017
Hari 6 : Yang spontan memang lebih berkesan
Sudah beberapa hari ini saya dan mas Jo memang berencana untuk membelikan sepeda untuk nduk Ayu. Karena nduk Ayu memang belum punya sepeda jadi setiap melihat temannya membawa sepeda nduk Ayu sering memegang-megang, jika temannya tidak memperbolehkan pun terkadang berujung rebutan. Saya dan mas Jo pun sepakat untuk membelikannya sepeda.
Pagi ini setelah sarapan kami pun ngobrol santai dan membahas tentang sepeda. "Kemarin kita liat sepedannya dek Veda itu belinya baru tapi merk nya bukan family ya. Mending beli second aja tapi yg family biar awet, kan ada tu sepeda second tapi kondisinya masih bagus" saya mengawalinya. Mas Jo pun sontak menjawab, "Mana ada second?". "Ada yo, di sana tu toko sepeda berjejer banyak ga cuma satu, dan yg jual second juga banyak. Kalo ga percaya ajak aku kesana ntar aku kasih liat mana yg jual sepeda second", jawabku. "Yaudah ayo", sahut mas Jo. Saya pun kaget, "Hah beneran mas? Nggak sekarang juga nggak apa-apa lho". "Udah ayo berangkat". Dan akhirnya kami pun langsung berangkat membeli sepeda. Walaupun akhirnya membeli sepeda baru juga karena memang harganya tidak jauh berbeda. Dan kami puas.
Beginilah komunikasi kami yg serba spontan. Kami jarang merencanakan akan kemana atau membeli apa dalam waktu lama. Semua serba cepat dan spontan hanya berawal dari obrolan ringan. Tapi menurut saya ini cukup produktif. Daripada membuat rencana panjang dan lama tapi pada akhirnya tidak terlaksana pasti akan berujung kekecewaan. Sebaliknya, semua hal-hal spontan kami terasa lebih berkesan dan kami pun bahagia.
#hari6
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Senin, 06 November 2017
Hari 5 : Harus clear and clarify
Seperti rencana kemarin, pagi ini saya dan mas Jo berniat membawa nduk Ayu pijat. Tidak begitu jauh tempatnya, tapi kami berangkat jam 7 pagi untuk menghindari antrian. Mas jo yg lumayan pelupa harus selalu kuingatkan di mana belokan gangnya. Ketika sudah hampir sampai di belokan gang, saya melihat ada motor di belakang kami, saya pun bermaksud mengingatkan belokan gang sekaligus memberitahu bahwa ada motor di belakang. "Belakang motor, masuk gang kanan jalan", tetapi mas Jo tetap memacu motornya dan langsung berbelok kanan. Seeetttt... hampir saja kami tertabrak motor di belakang.
Dan mas Jo pun sambil tertawa, "Oalah, tadi ngingetin kalo ada motor di belakang to, kirain disuruh belok kanan di belakang motor itu", sambil menunjuk bahwa di depan belokan gang ada motor yg terparkir. "Harusnya bilangnya yg jelas dong, awas mas ada motor di belakang kita, gitu". Saya pun meminta maaf dan kami tertawa. Jelas dalam komunikasi produktif itu harus "clear and clarify" tidak boleh panik dan terburu-buru. Beginilah jadinya. Alhamdulillah saja kami terhindar dari musibah. Semoga tidak terulang lagi.
#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Minggu, 05 November 2017
Hari 4 : Ajaibnya kata maaf
"Maafin aku ya mas" itulah kalimat yang segera kuucapkan sambil menenangkan tangis nduk Ayu sesaat setelah terjatuh dari ranjang saat tidur. Ya Allah, saya merasa sangat lalai. Jam 2 dini hari, saat kami bertiga sedang tertidur pulas tiba-tiba terdengar suara keras disusul tangis nduk Ayu, saya pun segera melihatnya sudah di bawah ranjang dan saya pun menjerit panik dan langsung menggendongnya. Mas Jo pun ikut panik. Dan saya merasa amat sangat bersalah. Saya lalai menjaga nduk Ayu. Sedih sekali. Tapi alhamdulillah tangisnya tidak lama karena mungkin dia masih mengantuk dan jika saya lihat tidak ada yg terluka.
Menjaga nduk Ayu adalah kewajiban saya dan mas Jo. Tapi saat terjadi hal yg tidak diinginkan pada nduk Ayu walaupun itu tidak sengaja kami pun saling meminta maaf. Bukan saling menyalahkan, karena hal itu hanya akan menambah masalah. Dan saat itu mas jo pun menjawab "Iya nggak apa-apa, besok kita lebih hati-hati ya, dia tidurnya udah muterin kasur". Walaupun saya tahu dalam hatinya masih ada penyesalan, kepanikan dan kekhawatiran. "Pokoknya maafin aku banget ya mas", dan obrolan selesai dengan kesepakatan membawa nduk Ayu pijet besok hari Senin. Benar-benar pelajaran berharga untuk kami. Semoga nduk baik-baik saja dan semoga tidak terulang lagi. Maafkan kami ya nduk Ayu sayang.
#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Sabtu, 04 November 2017
Hari 3 : Komunikasi tetap aman di tengah fisik yang lelah
Ayu rewel. Hari ini hari yg cukup melelahkan. Pagi-pagi saya, nduk Ayu dan tante Mindy (sahabat saya yg juga tinggal di kontrakan sebelah) ada janji bermain ke rumah tante Ecik (sahabat kami yg rumahnya di daerah Bantul). Nduk Ayu yg sebenarnya mengantuk ternyata di jalan belum mau tidur juga, pas tinggal 5 menit lagi sampai tujuan malah tertidur dan sudah kuduga sampai tujuan langsung bangun, untung saja di sana nduk Ayu tidak rewel karena langsung bisa diatasi dan langsung seneng juga bermain bersama Nafiza, anaknya tante Ecik. Tapi begitu perjalanan pulang nduk Ayu tertidur pulas, sampai rumah juga tidak terbangun tapi tiba-tiba teman-teman nduk Ayu langsung masuk karena melihat pintu terbuka. Tidak berapa lama nduk Ayu pun terbangun dengan rewel dan sulit teratasi. Dan nduk Ayu yg sudah terlanjur "kagol" pun akhirnya rewel sampai menjelang tidurnya.
Inilah tantangan saya di saat fisik yg lelah menghadapi kerewelan nduk Ayu, menghadapi mas Jo yg baru pulang kerja saya pun berharap komunikasi saya tetap produktif. Alhamdulillah saya bisa menjaga mood saya tetap aman karena ada tamu yg datang, ibu saya dan tante Mindy berkumpul di rumah dan bercerita banyak hal. Dan akhirnya semua tamu pulang saat sudah malam, tak lama setelahnya kami bersiap tidur. Alhamdulillah hari ini terlewati dengan komunikasi saya dan mas Jo yg aman dan lancar jaya.
#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Jumat, 03 November 2017
Hari 2 : Menonton bola dengan TV "portabel"
Pagi ini bangun tidur saya agak terkejut melihat mas Jo tidur di ruang depan dengan kondisi yg lumayan berantakan. Saya pun fokus pada monitor tv di sudut ruangan yang memang sebenarnya tidak pernah dinyalakan lagi saat itu dalam kondisi tersambung aliran listrik dan antena yang nangkring di mainan kuda-kudaan nduk Ayu.
Saya pun bertanya pada mas Jo dengan nada halus "kayaknya kok berantakan ya mas?" dan mas jo pun menjawab "iya itu tv nya tadi malam habis buat nonton bola". Sudah kuduga, seperti yang sudah-sudah juga. Setelah mas Jo selesai menonton bola, tv tidak segera dibereskan, ya saya pikir mas Jo sudah ngantuk dan belum sempat membereskan tv tapi sudah ketiduran atau bisa juga tim kesayangannya kalah dan membuatnya malas mematikan tv sehingga memilih untuk langsung tidur. Saya menganggap mas Jo lupa dan kurang disiplin dan ini mengganggu saya karena nduk Ayu sudah bangun dan bisa membahayakannya saat bermain karena disitulah area bermain nduk Ayu lengkap dengan keranjang mainan dan bukunya.
Akhirnya saya katakan pada mas Jo dengan nada yg halus juga "nanti tolong diberesin ya mas" dan mas Jo pun menjawab "iya, mas beresin depan, kamu beresin belakang ya". Selesai dan semua beres. Tapi mungkin akan berbeda jika saat itu saya bertanya dengan nada marah karena jujur saja saya bisa bad mood sepanjang hari jika pagi-pagi sudah melihat sesuatu yg berantakan, tidak pada tempatnya dan apalagi bisa membahayakan nduk Ayu padahal saya merasa malamnya sudah saya bereskan semuanya. Alhamdulillah hari ini komunikasi produktif sudah mulai terlaksana.
#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Kamis, 02 November 2017
Hari 1 : Mas Jo yang pelupa
Hari ini adalah hari pertama tantangan komunikasi produktif dari kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Saya memilih suami saya, mas Jo sebagai partner dalam tantangan ini. Karena anak saya, nduk Ayu masih berusia 1,5 tahun walaupun sudah paham jika diajak bicara tapi baru bisa ah ih uh, sebenarnya komunikasi saya dan nduk Ayu pun sudah 2 arah tetapi memang masih terbatas dan sederhana.
Mas jo adalah sosok yg sangat pelupa dan di sinilah tantangan saya yang 24 jam membersamainya. Sehingga yg menjadi PR kami adalah yg pertama bagaimana mendisiplinkan mas Jo agar tertib menaruh barang agar mudah mencari saat lupa, dan yg kedua adalah bagaimana menahan emosi saya saat suasana genting harus menghadapi mas Jo yg melupakan sesuatu yg juga penting.
Dan hari ini terjadilah. Pagi ini kami berencana mengunjungi rumah Uti yg baru saja pulang dari Serang. Seperti biasa mas Jo menyiapkan motor dan saya bersiap membawa barang2. Ketika sudah siap, nduk Ayu sudah dalam gendongan, barang bawaan sudah di tangan dan kami sudah di luar rumah, tinggallah mas Jo mengambil helm dan mengunci pintu. Saya dan nduk Ayu menunggu cukup lama dan kami mulai kepanasan, dan terdengarlah pertanyaan mas Jo yg menguji emosi : "Lihat kuncinya dimana ga?". Dan seketika saya pun menjawab : "Enggak" sambil cemberut. Kami pun saling pandang dan mas Jo memintaku untuk tersenyum. Astaghfirullah, saya pun tersadar, kaidah komunikasi produktif 7:38:55 (aspek verbal 7%, intonasi suara 38%, bahasa tubuh 55%) terbukti benar. Baru saja saya melakukan komunikasi yang tidak produktif karena saya cemberut dan dengan nada agak ketus padahal saya hanya mengucapkan satu kata saja. Seketika saya pun hanya nyengir.
Oke mas Jo, maaf untuk hari ini, besok kita coba lagi ya.
#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Langganan:
Postingan (Atom)
Wallpaper Unicorn Galaxy
Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...
-
Melejitkan kecerdasan emosi dan spiritual, tantangan yg cukup menantang. Dengan family project kami mengutip dari buku Rumah Main Anak yaitu...
-
"RIRIN DWI JAYANTI, anda adalah orang yang suka dengan angka dan data, anda kurang yakin akan sesuatu yang sifatnya intuitif kecuali ka...
-
Hari Minggu jadwal kami ke rumah Uti, setelah 2 minggu tidak kesana. Hari ini agenda saya adalah mengajak nduk Ayu menyusun puzzle. Sebelum ...