Kamis, 30 November 2017

Hari 1 : Memulai lagi toilet trainning

Alhamdulillah hari ini masuk tantangan game level 2 tentang melatih kemandirian anak. Kali ini saya akan melatih kemandirian nduk Ayu mengenai toilet trainning. Sebenarnya beberapa waktu lalu sudah mencobanya, tapi tiba-tiba jogja diserang cuaca buruk, hujan berhari-hari. Akhirnya saya pun memakaikan nduk Ayu diapers lagi. Dan akhirnya dengan adanya game ini saatnya berjuang mencoba toilet trainning lagi bersama nduk Ayu. Target saya nduk Ayu lulus toilet trainning untuk siang hari dulu, karena untuk malam hari saya masih belum siap jika tidur nduk Ayu terganggu. Dua hari ini saya dan nduk Ayu mengungsi ke rumah Uti (ibu saya) karena rumah kontrakan kami secara tidak langsung terkena dampak badai cempaka ini. Hanya rumah kontrakan kami, karena mungkin dulu ada yg tidak beres saat proses pembangunannya jadi ketika diguyur hujan deras berhari-hari mengakibatkan lantainya amblas sekitar 5 cm dan ubin pun pecah berantakan. Saat ini sedang dalam proses perbaikan jadi untuk sementara kami ke rumah Uti dulu.

Sebenarnya pagi ini saya sudah ingin memulai toilet trainning. Tapi ternyata stok celana ganti tertinggal di rumah kontrakan. Saya tidak mau mengambil resiko nduk Ayu tidak bercelana karena stok celana di rumah Uti menipis. Dan baru sore harinya mas Jo bisa mengantarkannya. Akhirnya saya pun gagal memulai toilet trainning hari ini dan nduk Ayu tetap masih menggunakan diapers. Semoga saja besok rumah kontrakan sudah selesai diperbaiki dan lusa kami sudah kembali. Bismillah besok kami akan memulai toilet trainning di rumah Uti.

#Hari1
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

 

Sabtu, 18 November 2017

Aliran rasa game level 1

Alhamdulillah sedikit demi sedikit, pelan-pelan saya berusaha mempraktekkan komunikasi produktif kepada suami saya, mas Jo. Awalnya memang terasa sulit, beberapa kali gagal. Tetapi setelah berhasil saya merasa komunikasi kami menjadi lebih enak, lebih nyaman, tentunya dengan sedikit bumbu-bumbu canda, tak lupa juga memperhalus ucapan dengan kata "tolong", "maaf" dan "terimakasih. Saya pun menjadi belajar sedikit menahan emosi saya, memilih waktu yg tepat berkomunikasi untuk menjaga mood mas Jo, menghindari kalimat tuduhan. Dan akhirnya kami pun saling mengerti, saling memahami. Saya mengerti mas Jo yg pelupa dan sedikit ceroboh. Mas Jo mengerti saya yg "moody" dan terkadang sensitif.


Hari 17 : Positif thinking

Nduk Ayu terjatuh, lututnya lecet dan menangis menjerit-jerit. Pagi tadi saat bermain di luar bersama saya. Setelah selesai diberi obat, saya menggendong dan berusaha menghiburnya tapi tangisnya pun tak kunjung reda sampai akhirnya mas Jo turun tangan. Mas Jo menggendongnya, membawanya keluar, tak berapa lama mereka pulang dengan kondisi nduk Ayu sudah tertidur di gendongan mas Jo. Kemudian nduk Ayu dipindahkan tidurnya ke kasur dan saya lanjut menyusuinya agar tidak terbangun. Setelah saya merasa nduk Ayu sudah tidur pulas. Baru saja saya turun dari kasur ternyata nduk Ayu terbangun dan kembali menangis menjerit-jerit. Saya berusaha menyusuinya dan menggendongnya berharap nduk Ayu bisa tertidur lagi tapi ternyata gagal. Mas Jo turun tangan lagi, mengambil nduk Ayu dari gendongan saya sambil berkata pelan, "Harusnya ditunggu sampai bener-bener pules dulu ya". Saya yg merasa bersalah pun meminta maaf, "Iya mas, lha tadi udah bener-bener tidur, biasanya ditinggal juga nggak apa-apa. Maaf ya mas". Mas Jo pun menjawab "Iya nggak apa-apa, mungkin emang lagi ngerasa sakit jadi nggak bisa tidur". Ya, kami berpositif thinking, tidak saling menyalahkan dan bekerjasama untuk menenangkan nduk Ayu. #hari17 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Jumat, 17 November 2017

Hari 16 : Menghindari kalimat tuduhan

Jam 15.00 terlihat mas Jo bersiap pergi. Ternyata benar, setelah sholat ashar mas Jo mengatakan jika akan berangkat. Saya memintanya untuk menjaga nduk Ayu sebentar saja sementara saya akan ke kamar mandi. Tetapi di kamar mandi saya melihat wadah sabun mandi yg dibiarkan miring hampir tumpah. Saya pun tidak mau insiden sabun cuci piring 2 hari yg lalu terulang lagi. Tapi kali ini jelas, mas Jo lah pelakunya karena terakhir menggunakannya untuk mandi sebelum sholat Jumat. "Kok sabun mandinya bisa gini mas, nanti kan bisa tumpah", saya sengaja bertanya dengan suara pelan setengah bergumam. Ternyata mas Jo mendengarnya. Mas Jo segera meminta maaf dan meminta tolong saya untuk membetulkannya agar tidak tumpah. Ternyata lebih enak, lebih nyaman didengar. Saya menggunakan suara pelan dan tidak menggunakan kalimat tuduhan untuk menghindari "pertempuran" karena mas Jo akan pergi. Dan akhirnya disambut dengan kata maaf dan tolong dari mas Jo. #hari16 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Kamis, 16 November 2017

Hari 15 : Laki-laki tidak perlu pertanyaan

Mas Jo yg sedang galau. Walaupun selalu terlihat santai tapi mas Jo juga bisa galau. Galau tentang pekerjaan. Bukan karena dimarahi atasan karena mas Jo bukan pekerja kantoran, bukan juga bermasalah dengan rekan kerja karena mas Jo bekerja sendirian. Ya, sebagai seorang "self employee", kegalauannya masalah pekerjaan adalah ketika sedang tidak ada orderan. Rasa tanggung jawabnya terhadap keluarga yg membuatnya merasa bersalah, padahal saya tidak pernah menuntutnya untuk masalah finansial. Bagi saya, rizki memang sudah ada yg mengatur. Tapi mas Jo tetaplah mas Jo, seorang kepala keluarga, orang yg merasa paling bertanggung jawab atas nafkah keluarga. Mas Jo terlihat murung, dan tidak banyak bicara sejak pagi. Saya yg mengerti kondisi ini tidak mencercanya dengan banyak pertanyaan. Saya bersikap seperti biasa. Sampai siang hari mas Jo baru pergi, dan pulang sehabis maghrib. Akhirnya mas Jo mulai bicara dengan sebuah permintaan maaf. Dengan tersenyum saya pun menjawab, "Nggak apa-apa mas, insyaAllah rizki sudah ada yg mengatur, mas sudah berusaha. Mas tidak perlu merasa bersalah dan meminta maaf, mau seperti apapun mas, aku dan nduk Ayu tetap sayang mas dan selalu mendukung setiap usaha mas kok". Tampak terlihat senyuman dengan sedikit kelegaan di wajah mas Jo., walaupun saya tahu di dalam hatinya masih ada kegalauan. Dan saya akhirnya menyadari, laki-laki tidak perlu pertanyaan. Terkadang sikap yg tidak biasa sudah dapat menjelaskan segala kondisi. #hari15 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Rabu, 15 November 2017

Hari 14 : Sedikit menahan emosi ditambah dengan bumbu canda

Sore ini saat akan memasak untuk makan malam tiba-tiba mood saya hancur berantakan melihat sabun cuci piring kemasan besar yg baru saya buka kemarin ternyata tumpah berceceran memenuhi wastafel. Setan pun menggelayuti untuk segera menuduh mas Jo yg menyenggolnya atau menaruh dengan posisi tidak tepat setelah menggunakannya untuk mencuci tangan tadi. Karena saya tidak merasa menumpahkannya dan menurut saya mas Jo memang cukup sering berbuat kekacauan di dapur. Tapi akhirnya saya tahan emosi saya sambil bertanya pada mas Jo, "Aduh mas, ini kok sabunnya bisa tumpah banyak banget gini ya. Terus gimana ini beresinnya, kan sayang banget kalau kebuang". Mas Jo yg melihat tanda-tanda cemberut di wajah saya langsung melontarkan candaannya, "Jangan dimarahin ya sabunnya, kasihan dia nggak salah mungkin tadi kesenggol wajan jadi tumpah". Seketika kami pun tertawa terbahak-bahak. Akhirnya saya pun tidak jadi marah. Hanya dengan menahan emosi sedikit saja ditambah dengan "seuprit" bumbu canda bisa menjaga komunikasi kami tetap lancar. Dan yg jelas bisa menjaga si sabun cuci piring dari amukan saya. #hari14 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Selasa, 14 November 2017

Hari 13 : Quality time kami

Mas Jo libur hari ini. Dari pagi sampai malam mas Jo tidak pergi kemanapun. Di rumah, bertiga bersama saya nduk Ayu. Kami senang dengan "quality time" ini, terbukti nduk Ayu menjadi sangat manja pada mas Jo. Begitu juga mas Jo juga terlihat senang bermain bersama nduk Ayu seharian. Nduk Ayu yg mulai senang mencari perhatian selalu merengek-rengek minta bermain sepeda keluar padahal di luar sedang hujan. Saya melihat mas Jo dengan sabarnya menggendong sambil memberinya pengertian membuat hati saya menjadi adem. Kami pun terus mengobrol sambil bercanda dan mood saya terjaga sepanjang hari, komunikasi kami berjalan dengan lancar. Dari "quality time" bersama keluarga hari ini saya memetik satu pelajaran. Ya, saya rasa semua istri di dunia ini akan bahagia jika suami selalu berada di rumah, tapi tetap punya uang, hehehe #hari13 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunsayiip

Wallpaper Unicorn Galaxy

  Wallpaper Unicorn Galaxy Wallpaper Unicorn Galaxy is for Unicorn’s lovers. So many cute, awsome and amazing wallpapers you can use, and ...